Dirut BSI Pilih Aceh untuk Doa Akhir Tahun, Tegaskan Komitmen Melayani di saat Sulit

Dirut BSI Pilih Aceh untuk Doa Akhir Tahun, Tegaskan Komitmen Melayani di saat Sulit

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Anggoro Eko Cahyo memimpin doa akhir tahun dari Aceh sebagai simbol syukur dan kepedulian kemanusiaan.-Dok. BSI-

BANDA ACEH, HARIAN DISWAY – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menutup perjalanan tahun 2025 dengan penuh khidmat melalui doa bersama akhir tahun yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, momen pergantian tahun ini dilakukan langsung dari Aceh, di tengah misi kemanusiaan mendampingi masyarakat terdampak bencana.

Kehadiran pucuk pimpinan BSI di Aceh menjadi simbol kuat bahwa bagi BSI, kinerja perbankan tidak semata soal capaian finansial, melainkan tentang kehadiran nyata di tengah masyarakat.

BACA JUGA:BSI Pastikan Operasional dan Transaksi Nasabah di Aceh Kembali Normal, Layanan Pulih 100 Persen

BACA JUGA:BSI Tancap Gas Transformasi Digital, Anggoro Eko Cahyo Raih Penghargaan Sharia Banking Transformation Leader of the Year

Di sela peninjauan pemulihan layanan, Anggoro memastikan operasional BSI di seluruh wilayah terdampak telah pulih 100 persen dan siap melayani kebutuhan transaksi masyarakat menyambut tahun baru.

Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan sekaligus pembuktian bagi BSI. Perseroan berhasil mengubah berbagai ujian menjadi momentum penguatan fundamental bisnis, tercermin dari kinerja keuangan yang solid hingga Triwulan III 2025.

Alhamdulillah, BSI menutup tahun ini dengan rasa syukur mendalam. Di tengah dinamika global dan domestik, BSI tetap tumbuh solid. Ini adalah bukti dari resilience (ketahanan) perbankan syariah yang didukung oleh ekosistem yang kuat,” ujar Anggoro.

Hingga September 2025, BSI mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 9,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp5,57 triliun.

BACA JUGA:91% Kantor BSI di Aceh Sudah Beroperasi, Medan dan Sumbar Normal 100%

BACA JUGA:Gandeng Muhammadiyah, BSI Percepat Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Kinerja tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh sehat 12,65 persen menjadi Rp301 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 15,65 persen menjadi Rp348,38 triliun.

Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross tetap terjaga di level 1,84 persen, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten.

Tak hanya mencatatkan kinerja keuangan positif, tahun 2025 juga menjadi tonggak penting dengan dikukuhkannya BSI sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: