Prediksi Fengshui Indonesia 2026, Harmoni dalam Nyala Api
Pakar fengshui Xs. Liem Tiong Yang memberikan analisis terkait tahun 2026 dan keadaan berbagai aspek di tanah air.-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway
Bisa saja muncul dorongan semangat atau ambisi tertentu dari beberapa orang dalam pemerintahan.
“Tapi kita tidak akan tahu apakah ambisi itu membangun atau merusak. Mungkin akan terjadi reshuffle kabinet. Semoga tidak sampai gaduh," ungkapnya. Ambisi tersebut bisa saja menimbulkan gejolak dan perubahan kebijakan pemerintah.
Semua pihak hendaknya tidak terpancing emosi. Supaya keamanan terjamin dan kondisi negara tetap kondusif.
BACA JUGA:Solusi Fengshui Rumah Tusuk Sate dan Rumah Ekor Tikus
BACA JUGA:Ramalan Bulan Desember (3); Renovasi Rumah demi Lancar Fengshui
Kebijakan pemerintah memang tidak bisa memuaskan semua orang. Harus ada upaya-upaya solutif yang melibatkan semua pihak.
"Tapi positifnya, akan muncul orang-orang kreatif yang mendorong terbentuknya kebijakan baru. Ada semangat melakukan perubahan menjadi lebih baik. Yang penting, karena sedang dalam tahun 'api menyala', hendaknya semua orang bisa menahan diri. Mengontrol emosi,” tambah rohaniwan Konghucu bergelar Xue Shi itu.
Ekonomi
Pada 2026, perekonomian Indonesia akan diwarnai dengan gairah, semangat, dan akan banyak inovasi yang muncul.
Dampak dari inovasi-inovasi tersebut salah satunya akan meningkatkan peluang bisnis baru.
BACA JUGA: Fengshui Becermin pada Malam Hari: Suami-Istri Bertengkar dan Kehilangan Pekerjaan
BACA JUGA:Fengshui Ketika Ada Wanita Hamil di Rumah : Jangan Pecahkan Cermin dan Perabotan
Segi bisnis yang diprediksi moncer adalah yang berunsur api, tanah, dan kayu. Bisnis berunsur api seperti hiburan, kuliner, elektronik, dan lain-lain.
Sedangkan yang berunsur tanah dan kayu seperti agrobisnis, properti, pertambangan, mebel, percetakan, industri kertas, dan semacamnya.

Pakar fengshui Xs. Liem Tiong Yang menjabarkan prediksi Indonesia pada tahun Kuda Api 2026.-Muchamad Ma'ruf Zaky-Harian Disway
"Sebab, unsur tanah relevan dengan api. Unsur api menghidupi tanah. Sisa pembakaran api menjadi abu yang diserap tanah. Sedangkan resultan api adalah kayu. Maka, kayu dapat menghidupi api," ujar pria 62 tahun itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway