Pasca Serangan AS, Venezuela Umumkan Pengerahan Semua Kekuatan Militer

Pasca Serangan AS, Venezuela Umumkan Pengerahan Semua Kekuatan Militer

Menhan Venezuela Vladimir Padrino Lopez duduk di atas kendaraan rantis milik militer Venezuela September tahun lalu. Pasca serangan AS ke Caracas pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2025, Venezuela mengumumkan pengerahan semua kekuatan militer untuk pertahana-Juan Barreto/AFP-

HARIAN DISWAY – Pemerintah Venezuela mengumumkan pengerahan sumber daya militer secara besar-besaran sebagai respons atas serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari.

Langkah ini diambil setelah Washington mengklaim telah menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer skala besar.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menegaskan bahwa negara Amerika Selatan tersebut akan meluncurkan "pengerahan masif seluruh kemampuan darat, udara, laut, sungai, dan rudal" untuk melakukan pertahanan komprehensif.

Ia menuduh pasukan "penjajah" AS telah menodai kedaulatan Venezuela dengan menyerang kawasan pemukiman penduduk menggunakan roket dari helikopter tempur.

BACA JUGA:Venezuela Tuduh AS Bombardir Pemukiman Warga Sipil Dalam Serangan Sabtu Dini Hari

"Pemerintah sedang mengumpulkan informasi mengenai korban luka dan tewas dalam serangan keji dan pengecut dari Washington ini," ujar Lopez dalam pernyataan video yang diunggah di media sosial.


Petugas pemadam kebakaran melintas di dekat kendaraan lapis baja yang hangus di Lanud La Carlota di Caracas pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026 setelah malam sebelumnya dibom oleh Amerika Serikat -Frederico Parra/AFP-

Senada dengan itu, Wakil Presiden Delcy Rodriguez menuntut Amerika Serikat untuk segera mengeluarkan "bukti kehidupan" (proof of life) Nicolas Maduro. Rodriguez mengaku kehilangan kontak dan tidak mengetahui keberadaan Presiden Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, setelah rentetan ledakan mengguncang Caracas dan sekitarnya.

Pihak otoritas Venezuela mengonfirmasi bahwa rudal-rudal AS menghantam sejumlah titik strategis, termasuk kompleks militer Fuerte Tiuna serta wilayah di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Serangan tersebut juga menyebabkan pemutusan aliran listrik di beberapa area ibu kota.


Sabtu 3 Januari dini hari, Amerika mulai serang Caracar, di mana ibu kota Venezuela dan 3 wilayah lain jadi target pertama.-dok disway-

BACA JUGA:Rusia dan Meksiko Kecam Serangan AS ke Venezuela, Wapres Venezuela Tuntut 'Bukti Kehidupan' Maduro

Di tengah situasi genting ini, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyatakan keyakinannya bahwa rakyat Venezuela akan mampu melewati krisis ini. Cabello menegaskan bahwa ini bukan pertama kalinya mereka menghadapi tekanan militer.

"Pada akhir serangan ini, kita akan menang. Ini bukan pertempuran pertama melawan rakyat kami... kami telah berhasil bertahan dalam segala keadaan," tegas Cabello dalam siaran televisi lokal.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: