Apa Beda Head Coach dan Manager di Sepak Bola Inggris? Arteta Soroti Kasus Amorim dan Maresca

Apa Beda Head Coach dan Manager di Sepak Bola Inggris? Arteta Soroti Kasus Amorim dan Maresca

Arteta menilai kejatuhan Maresca dan Amorim sebagai pelajaran bahwa kepercayaan dan hubungan kerja lebih penting daripada jabatan.-Catherine Ivill-Getty Images

Sebaliknya, Arteta juga memulai kariernya di Arsenal dengan titel serupa sebelum kemudian dipromosikan menjadi “manager” pada 2020.

Saat itu, Arsenal menilai Arteta mampu memberi kontribusi lebih luas, tidak hanya melatih tim utama, tetapi juga terlibat dalam arah klub secara keseluruhan.

Namun, Arteta menegaskan bahwa perubahan jabatan tersebut tidak banyak mengubah cara kerja harian tim. “Bagi saya, titel tidak benar-benar mencerminkan bagaimana kami bekerja setiap hari,” kata Arteta.

Ia menambahkan bahwa dalam banyak situasi, ia justru memilih menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain yang lebih ahli di bidang tertentu. Pendekatan ini membuat tim berjalan lebih seimbang dan minim gesekan.

BACA JUGA:Ruben Amorim Sudah Pergi, Lee Sharpe Dorong MU Pilih Manajer Senior

BACA JUGA:Man United Nyaris Kehilangan Tiga Pemain Jika Ruben Amorim Bertahan

Arteta: Kepercayaan Lebih Penting dari Jabatan


Declan Rice mendapat pujian Odegaard dan Arteta usai tampil gemilang sebagai bek kanan darurat dalam kemenangan penting Arsenal atas Brighton.-Marc Atkins-Getty Images

Arteta juga menegaskan bahwa promosi jabatan itu bukan sesuatu yang ia minta. Meski demikian, ia mengakui perubahan tersebut memberinya dorongan kepercayaan diri. 

“Saya tidak memintanya, klub yang percaya itu adalah hal yang tepat,” ujarnya.

Lebih jauh, Arteta menilai keberhasilan Arsenal saat ini tidak lepas dari kepemimpinan pemilik klub, Stan Kroenke dan Josh Kroenke. 

Ia memuji keselarasan visi antara pemilik dan jajaran klub, yang menurutnya membuat semua pihak memahami tujuan yang sama. Arteta menilai situasi seperti ini menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan jelas.

BACA JUGA:Real Madrid Incar Jacquet dari Rennes: Arsenal, Liverpool, dan Chelsea Masih Menyimak

BACA JUGA:Bournemouth vs Arsenal 2-3, Declan Rice Comeback Langsung Cetak Brace

“Yang terpenting adalah orang-orangnya dan mentalitasnya,” kata Arteta, menegaskan bahwa setiap individu harus diberi ruang untuk berkontribusi sesuai keahliannya.

Di saat banyak klub besar Inggris bergulat dengan konflik internal antara pelatih dan manajemen, pendekatan Arteta di Arsenal menjadi contoh bahwa stabilitas tidak selalu datang dari besarnya kekuasaan seorang pelatih. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sport illustrated