Influenza A H3N2 Subclade K di Jatim Terkendali, Khofifah Minta Warga Tetap Waspada
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat Pimpin Apel ASN Jatim Senin 29 Desember 2025-Pemprov Jawa Timur -
SURABAYA, HARIAN DISWAY — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penyebaran virus influenza A (H3N2) subclade K di Jawa Timur hingga akhir 2025 masih dalam kondisi terkendali.
Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Hal tersebut disampaikan Khofifah menyusul laporan peningkatan tren influenza A (H3N2) secara global, termasuk ditemukannya varian subclade K di Indonesia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan 88 sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di seluruh Indonesia, tercatat 62 kasus di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur.
BACA JUGA:Waspada Influenza Tipe A, Kenali Gejala Dan Cara Pencegahannya
BACA JUGA:Barbie Hsu Meninggal Karena Pneumonia Akibat Influenza, Pakar Sebut Ada Kejanggalan
“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin, 5 Januari 2026.
Dia memastikan kondisi masih terkendali dengan baik di Jatim. Munculnya varian itu merupakan hal yang wajar dalam perkembangan virus influenza dan terus dipantau oleh para ahli melalui pemantauan ilmiah.
Oleh karena itu, Khofifah mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Surveilans terhadap virus influenza A (H3N2) subclade K terus dilakukan secara berkelanjutan. Di Jawa Timur, pemantauan dilakukan melalui site sentinel ILI di Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan SARI di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang.
BACA JUGA:Hadapi Ancaman Super Flu, Edy Wuryanto Minta Pemerintah Tidak Lengah
BACA JUGA:Waspada Super Flu Usai Nataru, Pemkot Surabaya Perketat Skrining Warga dari Luar Negeri
Spesimen dari kedua lokasi tersebut rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada periode September–November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: