Waspada Super Flu Usai Nataru, Pemkot Surabaya Perketat Skrining Warga dari Luar Negeri

Waspada Super Flu Usai Nataru, Pemkot Surabaya Perketat Skrining Warga dari Luar Negeri

Doorstop Eri Cahyadi dengan para wartawan media selepas Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator, Pengawas, dan Fungsional Penyerataan di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus yang populer disebut “super flu”, meski hingga kini belum ditemukan kasus resmi di Kota Pahlawan.

Langkah antisipasi diperketat menyusul tingginya mobilitas warga setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penguatan skrining kesehatan, terutama bagi warga yang baru kembali dari perjalanan luar negeri.

Menurutnya, arus keluar-masuk penduduk menjadi titik krusial dalam pencegahan penularan penyakit.

"Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun, kami tetap memberikan imbauan kepada warga, baik yang di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri," ujar Eri Cahyadi di Balai Kota, Rabu. 

Pemkot telah mengambil beberapa langkah preventif untuk deteksi dini. Pertama, pemeriksaan suhu tubuh dilakukan secara ketat di titik-titik kedatangan internasional.

BACA JUGA:Kasus Super Flu Tertinggi di Jawa Timur, Khofifah Tegaskan Kondisi Masih Terkendali

BACA JUGA:Waspada Super Flu Usai Libur Nataru, Pemkot Surabaya Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Kedua, seluruh puskesmas di Surabaya diminta melapor dalam waktu kurang dari 24 jam jika menemukan pasien dengan gejala flu berat. 

Ketiga, Pemkot juga melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk memantau tren penyakit pernapasan.

Eri meminta masyarakat memiliki kesadaran mandiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam atau batuk, warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat. "Jangan menunggu parah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina memberikan klarifikasi mengenai istilah yang sedang ramai diperbincangkan tersebut. Menurutnya, secara medis tidak ada istilah "super flu".

BACA JUGA:PN Surabaya Serahkan Uang Ganti Rugi untuk 3 Persil Lahan Kampung Taman Pelangi, Sisa 7 Lagi

BACA JUGA:Sulap Cangkang Telur dan Kulit Jeruk Jadi Scrub, Siswa SMKN 5 Surabaya Raih Juara Produk Inovasi se-Jatim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: