Di Jatim Retreat 2026, Khofifah Dorong Creative Financing Tanpa Bebani Masyarakat

Di Jatim Retreat 2026, Khofifah Dorong Creative Financing Tanpa Bebani Masyarakat

Khofifah Indar Parawansa -Humas Pemprov Jawa Timur -

SURABAYA, HARIAN DISWAYGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan Creative Financing yang tidak menambah beban masyarakat. Dorongan tersebut untuk mengubah mindset birokrasi demi menghadirkan layanan publik yang berkualitas. 

Pesan itu disampaikan saat menghadiri dan memberikan arahan pada gelaran Jatim Retreat 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kamis 15 Januari 2026. Turut hadir di acara tersebut, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Khofifah mengapresiasi pelaksanaan Jatim Retreat 2026 yang diikuti 135 peserta. Mereka berasal dari unsur birokrasi, BUMD, RSUD, hingga penyelenggara layanan publik di Jawa Timur. 

Menurutnyi, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat komitmen, dan memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak dalam satu frekuensi yang sama.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara di Malang, Khofifah Sambut Positif Demi Pendidikan Karakter


Khofifah bersama Prof. M. Nuh dan Emil Elestianto Dardak-Humas Pemprov Jawa Timur -

“Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan arah, memperkuat komitmen, dan memastikan seluruh elemen birokrasi, BUMD, serta layanan publik di Jawa Timur bergerak seirama di tengah tantangan fiskal yang semakin dinamis,” ujarnyi.

Menteri Sosial periode 2014 - 2018 itu menilai tantangan pembangunan daerah kian kompleks. Itu terjadi seiring terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD, serta adanya penyesuaian transfer ke daerah. 

Instruksi tersebut membawa tiga mandat utama. Yakni, penguatan tata kelola belanja, optimalisasi sumber pendanaan kreatif, dan peningkatan kualitas layanan publik yang terukur.

Karena itu, tema Creative Financing & Value for Money dinilai sangat relevan. “Creative Financing adalah upaya mengombinasikan APBD dengan sumber pembiayaan lain tanpa melanggar aturan dan tanpa membebani masyarakat,” jelasnyi.

BACA JUGA:Hasil Retret Hambalang: APBN 2026 Tak Direvisi, Anggaran MBG Tetap Sesuai Ketetapan

BACA JUGA:Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang Hari Ini

Khofifah menyebut tiga kunci dalam membangun Creative Financing. Pertama, mencari sumber pendapatan baru. 

Kedua, mengubah pola pikir eksklusif menjadi inklusif. Ketiga, menggeser mindset dari revenue ke profit, serta dari spending or earning menjadi spending and earning.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: