BBKK Surabaya: Belum Ada Kasus Super Flu Terdeksi Dari Pintu Kedatangan Juanda

BBKK Surabaya: Belum Ada Kasus Super Flu Terdeksi Dari Pintu Kedatangan Juanda

Petugas BBKK Surabaya Memantau Suhu Tubuh Penumpang di Kedatangan Internasional Bandara Juanda -BBKK Surabaya -

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya memastikan hingga kini belum ada penumpang yang terindikasi positif influenza A (H3N2) Subclade K atau ”Super Flu” di arus kedatangan penumpang.

Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan mengatakan, skrining penumpang terus dijalankan di setiap kedatangan penumpang di beberapa titik di Jatim. Mulai dari bandara hingga pelabuhan. 

”Dan hingga saat ini, blm ada pelaku perjalanan yang masuk kriteria harus di swab,” kata Rosidi kepada Harian Disway, Kamis, 8 Januari 2026. Kondisi itu membuat BBKK Surabaya belum mengirimkan sampel dugaan super flu ke laboratorium. 

Rosidi mengakui, selama libur natal dan tahun baru (nataru) memang terdapat 533 kunjungan penumpang ke posko kesehatan. Dari jumlah itu, sebanyak 7,3 persen memang masalah penyakit menular. 

BACA JUGA:Kasus Super Flu Tertinggi di Jawa Timur, Khofifah Tegaskan Kondisi Masih Terkendali

BACA JUGA:Waspada Super Flu Usai Libur Nataru, Pemkot Surabaya Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

”Dari kategori penyakit menular itu, paling banyak ISPA. Ada 20 orang,” katanya. Namun saat melewati thermal scanner di pintu kedatangan, suhu belum melewati 38 derajat celcius

Ya, salah satu syarat untuk pengambilan sampel di kedatangan adalah mereka mengalami suhu tubuh tinggi. Selain itu, kriteria lain, penumpang batuk lebih dari 10 hari. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Erwin Astha Triyono dalam keterangan menjabarkan, kasus super flu di Jatim sudah muncul sejak September lalu. Setelah dilakukan pengambilan spesimen pada belasan orang di Kota Malang pada September-November 2025. 

Pemeriksaan dilakukan di dua tempat. Yakni Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan RSUD dr.Saiful Anwar. 

Erwin menyebut, mayoritas positif super flu yang ditemukan di Jatim adalah anak-anak dan remaja. ” Dan dari hasil pemantauan 18 kasus itu. Semuanya tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri,” jelasnya. 

Setelah menjalani perawatan, seluruh pasien yang positif kini telah dinyatakan sembuh. Termasuk satu orang yang sempat menjalani perawatan di RSUD dr.Saiful Anwar Malang. 

Erwin menyebut, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Surat Edaran Kewaspadaan terkait penyebaran flu tak biasa itu. Khususnya untuk mengenali ciri super flu untuk masyarakat. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: