Hadir Lagi, Soerabaia Vintage Festival Bawa Nostalgia Lewat Kepingan Uang Kuno, Prangko, dan Barang Antik

Hadir Lagi, Soerabaia Vintage Festival Bawa Nostalgia Lewat Kepingan Uang Kuno, Prangko, dan Barang Antik

Ribuan koleksi barang antik dari Surabaya Vintage Community.-Sindhy Nurhaliza-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Barang-barang antik bertebaran di Atrium Rotunds Ciputra World Surabaya. Hingga 1 Februari 2026 nanti, ribuan koleksi dipamerkan dalam Soerabaia Vintage Festival yang diusung oleh Surabaya Vintage Community.

Uang kuno, prangko, dan barang antik adalah harta bagi para kolektor barang kuno. Namun, demi edukasi dan nostalgia, para kolektor merelakan barang-barang kesayangannya didisplai dalam pameran.

Mereka adalah kolektor uang kuno (numismatik), prangko (filatelis), dan barang-barang antik (vintage). "Kami ingin generasi muda bisa mengenal langsung benda-benda yang pernah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat," ungkap Ali Budiono, pendiri Surabaya Vintage Community, pada Senin, 19 Januari 2026.

Ia mengatakan bahwa salah satu sorotan utama dalam pameran tersebut adalah koleksi Uang Republik Indonesia ORI yang menceritakan perjuangan bangsa dalam revolusi 1945.  


UANG-UANG KUNO dipamerkan dalam Soerabaia Vintage Festival yang akan berlangsung hingga 1 Februari 2026 di Ciputra World Surabaya. -Sindhy Nurhaliza-Harian Disway

BACA JUGA:Pameran Move Art di Galeri Prabangkara Awali Pekan Seni Rupa Jawa Timur 2026

BACA JUGA:Mengingat Kenangan Lewat Seni, Vinautism Gallery Gelar Pameran Seni Rupa Rumah Ingatan

​​"Syarat negara yang merdeka adalah punya mata uang sendiri. Untuk mewujudkan itu, perjalanannya sangat panjang. Pada era Soekarno, tiap kali pemerintah mendirikan tempat percetakan uang, Belanda selalu menyasarnya dengan bom," terang Ali kepada Harian Disway.

Selain mata uang pada masa revolusi, pengunjung dapat menemukan pula koin Majapahit yang dikenal dengan nama gopok. Koin lokal itu menjadi alat transaksi pada masa kerajaan.

Ada pula koin perak bertahun 1700-an yang membuktikan keberadaan koloni Belanda di Nusantara. Koin perak itu bersanding dengan piring-piring porselen dan jam kuno yang ukurannya sebesar lemari.  

​Anda sudah tahu, kini perekonomian global sedang tidak stabil. Itu menjadi tantangan bagi para kolektor. Apalagi, minat terhadap uang kuno tetap lebih tinggi ketimbang prangko. 

BACA JUGA:Pameran Seni ARTSUBS 2025 Surabaya, Tentang Membungkus Cinta dan Luka dalam Estetika

BACA JUGA:Ekspresi Seni Pelukis Cilik dalam Cahaya Damai di Galeri Merah Putih Surabaya: Beri Dukungan, Jangan Dibatasi


KOLEKSI guci antik Surabaya Vintage Community menarik minat para pengunjung Soerabaia VIntage Festival. -Sindhy Nurhaliza-Harian Disway

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: