Nanopartikel Magnetik Jadi Terobosan Terapi Kanker Tulang dan Regenerasi Tulang

Nanopartikel Magnetik Jadi Terobosan Terapi Kanker Tulang dan Regenerasi Tulang

Ilustrasi diagnosis kanker tulang. Dua peneliti dari Brazil dan Portugal berhasil kembangkan inovasi nanoterapi magnetic untuk terapi kanker tulang.--freepik.com

Untuk menguji perilaku material tersebut di dalam tubuh, para peneliti menempatkan nanopartikel dalam cairan yang menyerupai kondisi tubuh manusia.

Dalam pengujian tersebut, material dengan cepat membentuk apatit, mineral yang sangat mirip dengan komponen anorganik tulang alami.

Pembentukan mineral yang cepat itu menjadi indikator kuat. Bahwa material dapat berikatan dengan baik pada tulang setelah ditanamkan.

BACA JUGA:Do Yoga To Give, Edukasi SADARI dan Kisah Survivor Kanker Payudara yang Menginspirasi

BACA JUGA:5 Cara Sederhana Meminimalkan Risiko Kanker Payudara Sejak Dini

Selain itu, para peneliti membandingkan beberapa formulasi nanokomposit. Salah satu formulasi dengan kandungan kalsium lebih tinggi menunjukkan hasil paling menonjol. Baik dari sisi kecepatan mineralisasi maupun respons magnetiknya.

“Di antara formulasi yang diuji, material dengan kandungan kalsium lebih tinggi menunjukkan tingkat mineralisasi tercepat. Juga respons magnetik paling kuat. Sehingga sangat ideal untuk aplikasi biomedis,” ungkap Andrade.

Lapisan kaca bioaktif pada nanopartikel juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Lapisan itu mendorong regenerasi jaringan tulang di sekitar area yang sebelumnya terkena tumor.

Sehingga strategi pengobatan tidak hanya berfokus pada penghancuran kanker. Tetapi juga pada perbaikan struktur tulang.


Ilustrasi pasien terapi kanker tulang. Kini, inovasi medis terkait penyakit tersebut memberi angin segar pada kesembuhan. Yakni melalui nanoterapi magnetic.--freepik.com

BACA JUGA:Kampanye Kanker Payudara W Korea Tuai Hujatan, RM BTS Turut Jadi Sasaran

BACA JUGA:Pentingnya SADARI bagi Perempuan Muda: Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Hidup Lebih Sehat

Andrade menambahkan bahwa penelitian itu memberikan pemahaman baru. Yakni mengenai pengaruh kimia permukaan dan struktur material terhadap kinerja biomaterial magnetik.

Itu membuka peluang pengembangan material multifungsi yang semakin aman dan efektif untuk penggunaan klinis.

Secara keseluruhan, riset tersebut menandai langkah maju dalam bidang onkologi dan kedokteran regeneratif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sciencedaily.com