Eri Cahyadi Janji Bubarkan Ormas yang Terlibat Premanisme

Eri Cahyadi Janji Bubarkan Ormas yang Terlibat Premanisme

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Saat ditanyai oleh awak media pada acara Silaturahmi Satgas Pengamanan Premanisme Bersama Para Pengusaha (09/01/2026). -Najwa Rana Iswari-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa pemerintah kota Surabaya siap membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat aksi premanisme.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara silaturahmi Satgas Penangan Premanisme yang digelar di Kantor Wali Kota Surabaya pada Jum’at, 9 Oktober 2026. 

Namun untuk mewujudkan kebijakan tersebut, pemerintah kota (Pemkot) harus mematuhi berbagai proses hukum di pihak kepolisian. 

Anda sudah tahu, Akhir-akhir ini Surabaya telah menjadi kota dengan fenomena premanisme yang cukup tinggi. Puncaknya adalah di saat seorang nenek bernama Elina yang diusir secara paksa oleh salah satu anggota dari ormas yang berada di Surabaya.

Ormas yang terlibat dalam kasus pengusiran paksa tersebut adalah organisasi Masyarakat Madura Asli atau yang lebih dikenal dengan nama Madas. 

Menanggapi banyaknya pendapat yang muncul di tengah masyarakat terkait pembubaran organisasi tersebut, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa pemerintah kota Surabaya akan memberikan rekomendasi rencana pembubaran tersebut kepada kementerian. 

“Yang bisa membubarkan ormas bermasalah itu adalah Mendagri, Kepolisian, dan Menkumham,” ujar Eri. 

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Reformasi Agraria dan Anti-Preman

BACA JUGA:Darurat Premanisme, Pemkot Bentuk Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah

Eri juga berjanji akan membubarkan ormas tersebut jika sudah terbukti dengan sah dan meyakinkan telah mengakomodir tindakan kekerasan bagi anggotanya. 

“Dan ketika kepolisian itu mengatakan, Forkopimda ini mengatakan pasalnya masuk, langsung kita rekomendasi bersama untuk pembubaran kepada kementerian,” tegas politisi PDIP tersebut. 

“Dan saya tidak akan pernah ragu-ragu dan langsung tak kirim rekomendasi pembubaran,” imbuhnya 

Ketegangan antara masyarakat dan ormas kian meningkat pasca kejadian nenek Elina dan hampir berujung pada konflik horizontal. Fenomena ini juga sempat menyeret Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

Ia sendiri sempat dilaporkan kepada pihak kepolisian karena dianggap telah memperkeruh suasana konflik tersebut. Armuji akhirnya berhasil menyelesaikan ketegangan tersebut melalui jalur non-litigasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: