Kaesang Sebut Struktur PSI Jatim Lebih Kuat, Bisa Jadi Barometer Nasional

Kaesang Sebut Struktur PSI Jatim Lebih Kuat, Bisa Jadi Barometer Nasional

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rakorwil DPW PSI Jatim di Dyandra Convention Center, Jumat, 9 Januari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengungkap cerita di balik penetapan F. Bagus Panuntun sebagai Ketua DPW PSI Jawa Timur.

Penunjukan tersebut bukan keputusan instan, melainkan hasil uji kinerja langsung yang dilakukan sebelum surat keputusan ditandatangani.

Ujian itu berupa target pembenahan dan verifikasi struktur partai di Jawa Timur dalam waktu satu bulan. Hasilnya, menurut Kaesang, mencapai sekitar 95 persen atau 635 data terverifikasi.

“Saya kasih target satu bulan, dan ternyata bisa. Itu yang membuat saya yakin,” katanya di hadapan ribuan kader saat Rapat Koordinasi Wilayah PSI Jatim di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat, 9 Januari 2026.

BACA JUGA:PSI Jadi 'Rumah' Baru Keluarga Jokowi

BACA JUGA:Kaesang Bantah Isu Jokowi Tuduh Partai Demokrat

Capaian tersebut membuat Kaesang menilai Jawa Timur sebagai salah satu barometer kesiapan PSI secara nasional. Konsolidasi struktur yang hampir rampung dinilai sebagai fondasi penting menghadapi Pemilu 2029.

Kaesang juga menyoroti munculnya kader berlatar aktivis yang aktif membangun basis partai di daerah, seperti Ali Muthorin di Malang Raya. Fenomena ini dianggap sebagai sinyal positif berkembangnya infrastruktur politik PSI di tingkat akar rumput.

Optimisme Kaesang semakin kentara saat ia membandingkan kesiapan PSI Jawa Timur dengan wilayah lain. Dengan simbol “Gajah Jatim Petarung”, ia menyebut struktur PSI Jatim lebih solid dibandingkan daerah lain.

“Jadi ini akan jauh lebih baik daripada Jawa Tengah. InsyaAllah,” tegasnya.

BACA JUGA:Kaesang (Pasti) Jadi Ketum Lagi, Kongres PSI Digelar Besok di Solo

BACA JUGA:PSI Back-to-Back Gagal ke Senayan, Ini Respons Kaesang Pangarep

Namun, Kaesang menekankan bahwa target elektoral bukan satu-satunya fokus. Ia menitipkan pesan strategis kepada generasi muda agar tidak apatis terhadap politik. Partisipasi pemilih muda dinilai krusial, meski tanpa keharusan terlibat langsung sebagai kader.

Anak-anak muda diharapkan tetap datang ke tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu. Pilihan kepada siapa pun tidak menjadi persoalan, selama mereka hadir dan berpartisipasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: