Kaesang: Pilkada Harus Tetap Libatkan Rakyat, Bukan Elit DPRD
Ketua Umum PSI Kaesang menyampaikan pidato dalam Rakernas yang dilaksanakan di Makassar--Youtube Partai Solidaritas Indonesia
MAKASSAR, HARIAN DISWAY – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menegaskan sikap partainya terkait wacana pilkada tidak langsung melalui DPRD yang kembali mencuat dalam diskursus politik nasional.
Dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Kaesang menilai bahwa meskipun pilkada langsung yang telah berjalan sekitar 20 tahun memiliki berbagai kekurangan, prinsip demokrasi dan partisipasi masyarakat tetap tidak boleh dikorbankan.
Menurut Kaesang, mekanisme pemilihan kepala daerah harus tetap memberi ruang bagi rakyat untuk menentukan pemimpinnya secara langsung, bukan dikembalikan sepenuhnya ke proses elit di parlemen daerah.
BACA JUGA:PSI Ingin Tinggalkan Romantisme Partai Baru, Kaesang Bidik Lonjakan Kursi 800 Persen di Pemilu 2029
BACA JUGA:PSI Gelar Rakernas di Makassar, Prabowo Tak Diundang, Ini Alasannya
“PSI mungkin belum bisa menentukan undang-undang, tetapi suara PSI adalah suara masyarakat,” tegas Kaesang.
Ia menekankan, partisipasi publik merupakan fondasi utama demokrasi. Karena itu, setiap kebijakan politik—termasuk soal pilkada—harus berpihak pada kehendak rakyat, bukan sekadar efisiensi politik atau kepentingan elite.
Kaesang mengakui adanya berbagai persoalan dalam pelaksanaan pilkada langsung, mulai dari biaya politik tinggi hingga konflik sosial. Namun, menurutnya, solusi tidak boleh menghilangkan hak rakyat untuk memilih.
BACA JUGA:Kaesang Sebut Struktur PSI Jatim Lebih Kuat, Bisa Jadi Barometer Nasional
BACA JUGA:PSI Hadirkan ‘J’ di Puncak Struktur, Strategi Baru Kaesang?
Dalam konteks tersebut, PSI memilih memosisikan diri sebagai partai yang mendengarkan aspirasi publik, meski secara kekuatan parlemen belum memiliki kewenangan menentukan arah legislasi nasional.
“PSI adalah rumah bagi buruh, nelayan, petani, pekerja informal, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Rakernas PSI ini menjadi forum konsolidasi nasional untuk menyusun arah strategis partai, termasuk sikap politik PSI dalam menyikapi isu-isu demokrasi ke depan.
Wacana pilkada tidak langsung disebut menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda pembahasan internal partai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: