Bahas Perubahan Iklim Bareng Anak-Anak lewat Film dan Game Interaktif Bahasa Inggris

Bahas Perubahan Iklim Bareng Anak-Anak lewat Film dan Game Interaktif Bahasa Inggris

LIONS CLUB SURABAYA berfoto bersama perwakilan Yayasan Novaloka Cakrawala Asa dan RT setempat Sabtu, 10 Januari 2026.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Masa depan bangsa ada di pundak anak-anak. Itu artinya, mereka pula yang akan mewarisi segala dampak perubahan iklim yang sekarang mereka kenal sebagai bencana.

Membincangkan perubahan iklim dan dampaknya kepada anak-anak adalah langkah pertama untuk membuat mereka peduli pada alam.

Itulah yang dilakukan Lions Club Surabaya Patria Youth, Lions Club Surabaya Wijaya, Yayasan Novaloka Cakrawala Asa, dan SIMA (Cinema Across Borders) pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Mereka menggelar kegiatan English Connect for Climate Change, sebuah aksi kolaborasi sosial untuk anak-anak di Kota Surabaya.

BACA JUGA:Kolaborasi SLB Fajar Harapan dan Lions Club Surabaya Kencana, Pj Gubernur Jatim Beli Dua Karya Anak Berkebutuhan Khusus

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Mulai Terapkan Mapel Bahasa Inggris untuk Anak PAUD


ANAK-ANAK asyik menonton film bersama di Rumah Belajar Gratis Yayasan Novaloka Cakrawala Asa di kawasan Pakis pada Sabtu, 10 Januari 2026. -Najwa Rana Iswari-Harian Disway

"Lions Club memiliki delapan pilar yang salah satunya Youth. Kegiatan hari ini termasuk projeknya Youth yang berfokus pada climate change," ujar L. Indy Kevin, presiden Lions Club Surabaya Patria Youth, kepada Harian Disway.

Kegiatan berlangsung di Rumah Belajar Gratis Yayasan Novaloka Cakrawala Asa yang terletak di kawasan Pakis. Anak-anak yang berkumpul di sana usianya sekitar 3-12 tahun. Sebagai pemantik pembahasan soal iklim, anak-anak diajak menonton film.

Dokumenter The Last Ice Age dipilih SIMA sebagai pembuka. Dengan menyaksikan film tersebut, anak-anak mendapatkan informasi tentang mencairnya es di kutub akibat pemanasan global. Dampaknya, permukaan air laut pun menjadi naik dan banjir melanda berbagai kota di banyak negara.

Tontonan kedua adalah film animasi Tomorrow: Weather Forecast. Topiknya masih sama, rantai pemanasan global yang memicu kenaikan permukaan laut. Namun, latar film tersebut adalah pesisir Bangladesh.

BACA JUGA:HMKGN ke-78: BMKG Dorong Aksi Dini Hadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim

BACA JUGA:Kemendikbud Masukkan Pendidikan Perubahan Iklim ke Dalam Kurikulum

Sekitar 20 anak di dalam ruangan terpaku pada layar. Sepanjang pemutaran film, mahasiswa internasional dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mendampingi mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: