Bahas Perubahan Iklim Bareng Anak-Anak lewat Film dan Game Interaktif Bahasa Inggris
LIONS CLUB SURABAYA berfoto bersama perwakilan Yayasan Novaloka Cakrawala Asa dan RT setempat Sabtu, 10 Januari 2026.-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Dari film animasi itu, anak-anak belajar bahwa dampak perubahan iklim bisa dicegah dengan sejumlah kebijakan. Di antaranya adalah berhenti menggunakan bahan bakar fosil dan menggalakkan penanaman pohon.
Andri Novaloka, pendiri Komunitas Belajar Novaloka Cakrawala Asa, terkesan pada respons positif anak-anak sepanjang pemutaran film. Anak-anak itu adalah kelompok yang dibina yayasannya. Mereka mendapatkan pendidikan informal di sana.
"Tujuan kegiatan hari ini adalah membangkitkan kepekaan anak-anak terhadap lingkungan. Ini sekaligus juga belajar Bahasa Inggris. Anak-anak suka dengan acara seperti ini," ujarnya.
BACA JUGA:Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Adakan Pemberdayaan Ekonomi Kampoeng Oase Pintar Di Tembok Gede
BACA JUGA:Luluskan 350 Wisudawan, Rektor Ingatkan 44 Tahun UWKS Menuju Kampus dengan Jaringan Internasional
L. MANSI UDAY BHAVSAR (kiri) dan L. Elizabeth Yulita Abadi berinteraksi dengan anak-anak dalam permainan peragaan kata dalam Bahasa Inggris. -Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Setelah menonton, anak-anak diajak berdiskusi sekaligus mempelajari berbagai kosakata Bahasa Inggris yang muncul dalam film. Mereka menyebutkan climate, glacier, serta melt.
Interaksi berlanjut dengan peragaan kata. Itu dirancang untuk mengukur pemahaman anak-anak dalam berbahasa Inggris. "Seru. Asyik," kata Aulia, bocah lelaki yang ikut menonton film dan main game.
Kesan senada juga disampaikan L. Mansi Uday Bhavsar, mahasiswi internasional UWKS asal India yang berperan sebagai pengajar dalam English Connect for Climate Change tersebut.
"Senang melihat anak-anak semangat dan banyak yang mau belajar," ujar mahasiswi Teknik Informatika itu.
BACA JUGA:BMKG: Generasi Z dan Alpha Paling Terdampak Perubahan Iklim, Perlu Aksi Nyata
BACA JUGA:Suhu Panas Indonesia Terus Pecahkan Rekor, BMKG Sebut Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Air dan Pangan
"I hope they can plant a tree, or maybe just put the garbage in the place. Even a small effort, itu berdampak besar," ujar Mansi dalam bahasa campuran Indonesia dan Inggris.
Dia berharap, kegiatan hari itu berkesan bagi anak-anak dan membuat mereka peduli pada alam. Dengan demikian, mereka akan mau terlibat dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.
Seperti kata Mansi, dimulai dari buang sampah di tempatnya dulu. Hal yang tidak sulit, tapi perlu terus dibiasakan dengan disiplin. Sanggup? (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: