Secangkir Jus Alpukat di Denpasar dan Runtuhnya Wajah Awal Tahun Kita
ILUSTRASI Secangkir Jus Alpukat di Denpasar dan Runtuhnya Wajah Awal Tahun Kita.-Arya-Harian Disway-
Namun, perhatikan cara mereka masuk. Ini yang bikin seru.
Mereka tidak mendobrak pintu depan (firewall). Itu cara amatir.
Mereka masuk lewat kernel. Bagi Anda yang awam IT, Kernel adalah jantungnya sistem operasi. Bagian paling dalam, paling suci, dan paling vital dari sebuah komputer.
Mustang Panda menanam Rootkit di sana. Hebatnya, virus itu membawa ”KTP asli”. Mereka menggunakan sertifikat digital curian yang valid.
Jadi, antivirus di komputer pemerintah negara-negara ASEAN melihat virus itu sebagai ”tamu resmi”. ”Silakan masuk, Tuan,” kata sistem keamanannya. Dikasih karpet merah. Padahal, yang masuk adalah pembunuh berdarah dingin yang menyedot data rahasia negara.
Ini adalah era zero trust. Kedaulatan digital kita ternyata keropos sampai ke tulang sumsum. Belum lagi taktik klasik: perangkap madu (honey trap).
Minggu ini Kementerian Keamanan Tiongkok merilis peringatan keras. Banyak perwira militer di Asia yang kariernya hancur lebur. Gara-gara apa? Di-hack? Bukan. Gara-gara tergoda akun cewek cantik di aplikasi kencan.
Diajak chatting mesra. Dipuji gagah. Lalu, pelan-pelan dimintai data unit. Dikasih. Ironis, bukan?
Di zaman kecerdasan buatan (AI) yang supercanggih ini, ternyata kelemahan terbesar sistem pertahanan negara tetaplah satu: kesepian manusia. Naga Tiongkok tahu persis celah psikologis itu.
KOMEDI GELAP PARA RAKSASA
Akan tetapi, di tengah ketegangan ini, ada cerita yang membuat saya tersenyum kecut. Ternyata, kaki negara adidaya itu lempeng juga. Mereka raksasa, tapi rabun.
Lihat Rusia. Intelijen mereka (FSB), penerus KGB yang legendaris itu, minggu ini jadi bahan tertawaan dunia.
Mereka membayar mahal, konon katanya sebesar Rp7,8 miliar, hanya untuk menyewa pembunuh bayaran. Targetnya: Denis Kapustin. Ia pembelot Rusia yang membela Ukraina.
Laporannya masuk ke Kremlin: ”Sukses. Target tewas.”
Moskow senang. Uang cair. Transfer sukses.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: