Secangkir Jus Alpukat di Denpasar dan Runtuhnya Wajah Awal Tahun Kita
ILUSTRASI Secangkir Jus Alpukat di Denpasar dan Runtuhnya Wajah Awal Tahun Kita.-Arya-Harian Disway-
Eh, tanggal 1 Januari kemarin, si ”mayat” muncul di video. Segar bugar. Tertawa-tawa di samping kepala intelijen Ukraina.
Mereka bilang, ”terima kasih uangnya, Rusia. Sudah kami terima. Kami pakai buat beli peluru untuk menembak kalian.” Kacau. Rusia kena prank. Operasi pembunuhannya direkayasa musuh.
Itu membuktikan bahwa birokrasi Rusia sudah busuk oleh budaya ”asal bapak senang” (ABS). Bawahan takut melapor gagal sehingga mereka mengarang laporan sukses. Korupsi informasi itu mematikan.
Lalu, lihat Amerika Serikat (AS) di Afrika. Mereka punya pesawat mata-mata supercanggih: Beechcraft C-12C Huron. Harganya triliunan rupiah. Isinya sensor yang bisa menyadap suara semut dari langit (kiasan, tentu saja).
Simbol supremasi teknologi Paman Sam.
Namun, saat pesawat itu mendarat darurat di sebuah kampung di Paga, Ghana... apa yang terjadi? Apakah warga lokal sujud ketakutan? Tidak. Diserbu!
Dibajak sebentar oleh petani dan pedagang pasar yang cuma bawa parang dan cangkul.
Pilot AS yang dilatih Top Gun itu lumpuh. Tidak berkutik. Polisi lokal yang mau bantu malah dimutasi.
Ini paradoks zaman now.
AS bisa mematikan listrik satu negara (Venezuela) dari jarak jauh lewat siber. Tapi, mereka keok menghadapi realitas sosial di sebuah kampung Afrika.
Teknologi tinggi membuat mereka angkuh, sampai lupa menapak bumi. Sensor canggih bisa mendeteksi sinyal elektronik, tapi gagal mendeteksi amarah rakyat.
KITA ADA DI MANA?
Jus alpukat saya sudah habis. Hujan di luar sudah berhenti total, menyisakan genangan air yang memantulkan lampu jalan yang mulai menyala.
Apa simpulan dari semua kepingan puzzle minggu ini? Tahun 2026 mengajarkan kita sebuah tesis baru tentang kekuasaan. Kedaulatan itu sekarang barang langka.
Di Arab, kedaulatan ditembus oleh teman sendiri yang paranoid. Di Asia, kedaulatan ditembus lewat chip, kernel, dan aplikasi kencan. Di Afrika dan Eropa, kedaulatan jadi mainan teknologi dan sabotase.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: