Tragedi di Lapo Tuak Desa Pekon Wates, Lampung: Mabuk, Pemarah Kuadrat
ILUSTRASI Tragedi di Lapo Tuak Desa Pekon Wates, Lampung: Mabuk, Pemarah Kuadrat.-Arya-Harian Disway-
Doni kepada polisi mengaku, dini hari setelah kejadian ia pulang. Sejenak di rumah, lalu ia kabur ke arah hutan di kawasan Lampung. Ia berpindah-pindah dari hutan ke hutan.
Saat jumpa pers ia mengatakan, ”selama sembunyi di hutan, sehari-hari saya makan keong sawah, Pak.” Maksudnya bekicot. Awalnya ia makan bekicot bakar. Lama-lama ia sulit dapat api, mentah pun dimakan.
Ditanya wartawan, apakah ia menyesal? Dijawab, ”nyesel, Pak. Saya nyesel banget.” Ia juga titip minta maaf kepada keluarga korban.
Meski di konferensi pers Doni kelihatan memelas, saat ia hendak ditangkap polisi di kawasan hutan lindung Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, ia melawan. Lalu, kakinya didor polisi, ia segera lunglai, dan dibawa ke Lampung.
Lapo tuak adalah warung tradisional Batak. Biasa jadi tempat berkumpul warga. Di sana dijual tuak. Minuman fermentasi dari pohon aren. Pohon jenis palma yang banyak tumbuh di Indonesia. Karena aren difermentasi, jadilah tuak dengan kandungan alkohol 10 sampai 15 persen. Alkohol memabukkan.
Pemabuk cenderung berkelahi. Walaupun mayoritas peminum miras tidak terlibat perkelahian. Di negara-negara Barat bar dibuka di banyak tempat dan pengunjungnya ramai. Jarang terjadi perkelahian.
Namun, organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan, dari semua jenis zat yang memabukkan, alkohol adalah yang paling berpotensi menimbulkan sikap agresif peminumnya.
Dikutip dari Verywell Mind, 29 Oktober 2025, berjudul The Link Between Alcohol and Aggression, karya Buddy T. mengurai dua hal penting:
Pertama, minuman beralkohol terkait erat dengan perilaku agresif peminumnya. Jauh lebih agresif daripada zat psikotropika lainnya. Itu dikutip dari data World Health Organization (WHO).
Kedua, mengonsumsi alkohol dapat membuat orang yang secara alami cenderung mudah marah menjadi pemarah agresif.
Orang yang minum alkohol dapat memicu aneka perilaku pada orang yang berbeda.
Itu terkait dengan kesimpulan nomor dua di atas, bahwa bukan alkohol yang membuat peminumnya jadi agresif. Namun, orang yang pada dasarnya pemarah jadi pemarah parah setelah minum alkohol. Pemarah menjadi pemarah kuadrat. Atau, pemarah pangkat dua.
Itu sekaligus menjawab pertanyaan, mengapa tidak semua pemabuk duel?
Prof Robert O. Pihl, guru besar psikologi dan psikiatri di McGill University, Montreal, Quebec, Kanada, mengatakan demikian.
”Alkohol terlibat dalam separuh dari semua pembunuhan, pemerkosaan, dan penyerangan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: