Tragedi di Lapo Tuak Desa Pekon Wates, Lampung: Mabuk, Pemarah Kuadrat
ILUSTRASI Tragedi di Lapo Tuak Desa Pekon Wates, Lampung: Mabuk, Pemarah Kuadrat.-Arya-Harian Disway-
Pernyataan yang mengerikan. Artinya, dari dua pembunuhan, pemerkosaan, atau penyerangan, satu di antaranya adalah pelaku mabuk.
Dilanjut: ”Namun, dinamika hubungan ini rumit. Itulah sebabnya penelitian apa pun yang berfokus pada penjelasan hubungan ini, penting bagi masyarakat secara umum.”
Diurai, kemarahan adalah emosi intens yang Anda rasakan ketika sesuatu berjalan salah atau seseorang berbuat salah kepada Anda. Agresi merujuk pada serangkaian perilaku yang dapat mengakibatkan bahaya fisik dan psikologis bagi diri sendiri, orang lain, atau benda-benda di lingkungan sekitar.
Kepribadian pemarah mengacu pada kecenderungan umum seseorang untuk mengalami kemarahan kronis dari waktu ke waktu. Orang pemarah cenderung mencari rangsangan yang memicu perasaan marah.
Itu menjelaskan, mengapa mereka lebih sering marah dan bertindak lebih agresif daripada seseorang yang tidak memiliki sifat kepribadian itu.
Alkohol dapat memicu respons emosional yang berbeda pada setiap orang. Misalnya, alkohol dapat membuat sebagian orang sedih dan sebagian lainnya marah. Jika Anda memiliki kecenderungan alami untuk marah, minum alkohol dapat menyebabkan Anda menjadi marah dan agresif.
Terdapat sejumlah faktor kognitif, neurobiologis, dan sosial yang dapat memengaruhi bagaimana alkohol memengaruhi agresi.
Efek alkohol juga dapat disebabkan efek neuroinflamasi, suatu kondisi yang diperburuk karena pengaruh konsumsi alkohol berat terhadap usus atau mikrobioma dan nutrisi.
Misalnya, hasil riset menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 kurang pada penderita alkoholisme dan hal ini dikaitkan dengan kekerasan.
Tetap saja, alkohol bukan faktor tunggal seseorang jadi pembunuh. Penyebab seseorang membunuh, berdasar kriminologi psikologi sosiologi, terkait banyak faktor. Sampai kini para ilmuwan dari tiga bidang tersebut masih belum menyimpulkan secara pasti penyebab orang membunuh.
Namun, alkohol adalah salah satu faktor penting pemicu terjadinya pembunuhan. Indikator sederhana, ketika seseorang mabuk alkohol, ia tidak berpikir logis.
Pada orang mabuk alkohol, salah satu fungsi otak yang berperan menganalisis hasil dan risiko kurang, bahkan tidak, berfungsi jika mabuk berat. Juga, fungsi otak untuk menganalisis risiko jangka panjang nyaris hilang.
Dari situ, sikap pemerintah membatasi penjualan minuman beralkohol sudah bagus dalam mencegah tindak kriminal. Di pihak lain, masyarakat ingin kearifan budaya lokal berupa keberadaan lapo tuak tetap ada. Akibatnya, banyak lapo tuak yang buka diam-diam. Di sini problem. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: