Reset Karier Tak Harus Resign, Mindful Journaling Bantu Cari Solusi
MENULISKAN KERESAHAN menjadi bagian dari Mentoring Career & Mindful Journaling di Sage House Surabaya Minggu, 11 Januari 2026.-Pilar SDM Indonesia-Pilar SDM Indonesia
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dalam dunia kerja konvensional, kinerja Gen Z sering dikeluhkan. Kenekatan mereka untuk cepat angkat kaki dari perusahaan saat merasa sudah tidak cocok, menjadi fenomena yang banyak disorot.
"Kesalahan umumnya adalah asal masuk. Dua bulan gak cocok, resign. Padahal itu jadi track record yang dibaca HR,” ucap Retno Pratiwi, founder Pilar SDM Indonesia.
Perempuan yang dikenal sebagai konselor karier itu membagikan pandangannya tentang perilaku pekerja Gen Z yang seperti kutu loncat, pindah dari pekerjaan satu ke yang lain dengan cepat.
Bersama Mia Prameswara yang merupakan founder Se Raya, Retno menggelar mentoring career & mindful journaling pada Minggu, 11 Januari 2026. Sesi terbatas itu berlangsung di Sage House.
BACA JUGA: Tren Zero Post pada Gen Z, Aktif tapi Tidak Berbagi di Medsos
BACA JUGA: Faktor Pendorong Gen Z Merintis Karier di Luar Negeri
Mia mengatakan bahwa tujuan acara tersebut adalah membantu para peserta menata ulang tujuan karier mereka. Maka, dalam pertemuan kasual itu, para peserta membagikan pengalaman dan tekanan yang mereka hadapi dalam pekerjaan.
Hari itu, mereka punya kesempatan untuk menjeda rutinitas. Se Raya, menurut Mia, memang hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Se Raya berfokus pada minfdful journaling dan aktivitas kreatif yang menjadi ruang bagi para peserta menata kembali konsentrasinya setelah sibuk bekerja.

MIA PRAMESWARA mendirikan Se Raya sebagai wadah pelepasan penat dan berfokus menata masa depan. -Pilar SDM Indonesia-Pilar SDM Indonesia
"Setiap hari kita kerja sampai jam 8 capek kan, butuh hiburan. Kita ingin bikin orang balik ngobrol sama dirinya sendiri supaya tetap waras in this era,” urai Mia kepada Harian Disway.
Metode mindful journaling dipilih karena banyak orang merasa perlu bercerita, tetapi tidak selalu memiliki tempat untuk berbagi. Dengan menulis atau journaling, kegelisahan lebih mudah dituangkan.
BACA JUGA: Mengenal Growth Mindset dan Manfaatnya Untuk Karier
BACA JUGA: Fresh Graduate? Jangan Khawatir, Ini Strategi Jitu Membangun Karier
“Kalau cuma dipikirin akan ribet di otak. Tapi kalau di tulis, mereka bisa tahu gap-nya terus solve-nya nanti seperti apa,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: