Ulasan Memoar Aurelie Moeremans, Broken Strings-Kepingan Masa Muda yang Patah: Pecahkan Sunyi, Gugah Penyintas Jadi Berani
SAMPUL buku elektronik Aurelie Moeremans yang memantik diskusi panjang tentang toxic relationship dan pemaksaan pernikahan, Broken Strings-Kepingan Masa Muda yang Patah.--X Indonesian Pop Base
BACA JUGA:Partisipasi Perempuan untuk Emansipasi
Apa yang Aurelie sampaikan dalam bukunya lebih dari sekadar karya. Suara lantang dalam Broken Strings memang perlu lahir dari seorang Aurelie. Dengan detail dan rapi, dia membagikan tentang NPD (Narcissistic Personality Disorder), toxic relationship, dan family values.
Pasca Broken Strings, publik sibuk melacak linimasa media sosial Aurelie hanya untuk mencocokkan kejadiannya dan mencari tokoh-tokohnya.
Kilasan-kilasan adegan Story of Kale dan Story of Dinda melintas di kepala. Film yang menjadikan Aurelie tokoh utama itu adalah kisah tentang kompleksnya hubungan yang toxic. Dan, Aurelie sukses memainkannya dengan apik.
Terima kasih, Aurelie. Kamu sudah menjalarkan kekuatan kepada banyak perempuan yang masih terluka karena hubungan tak setara, lewat Broken Strings. (*)
BACA JUGA:Aurelie Moeremans Keluhkan Penglihatan Menjadi Kabur Usai Kecelakaan Beruntun
BACA JUGA:Aurelie Moeremans dan Wika Salim 7 Menit Goyang Stadion GBT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: