PM Italia Giorgia Meloni Desak Eropa Tetap Jalin Dialog dengan Rusia
Potret Georgia Meloni saat menghadiri pertemuan persaudaraan Italia pasca pemilu di Roma, pada bulan oktober 2022-Guglielmo Mangiapane-Reuters
HARIAN DISWAY – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menekankan pentingnya bagi Uni Eropa untuk tetap membuka jalur komunikasi dengan Rusia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa saat ini belum ada peluang bagi Moskow untuk kembali bergabung ke dalam kelompok negara maju G8 dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Meloni dalam sebuah pengarahan pada Jumat, 9 Januari 2026.
Meloni menanggapi dinamika geopolitik yang masih tegang di kawasan Eropa tersebut. Menurut Meloni, dialog tetap diperlukan demi mencapai stabilitas keamanan jangka panjang di Benua Biru.
“Eropa harus memiliki kemampuan untuk berbicara dengan Rusia. Menutup semua pintu komunikasi tidak akan membantu kita mencapai solusi perdamaian yang berkelanjutan,” ujar Meloni sebagaimana dikutip dari Reuters.
Terkait format G8, yang berubah menjadi G7 setelah Rusia dikeluarkan menyusul aneksasi wilayah Krimea pada 2014 dan eskalasi konflik di Ukraina, Meloni bersikap realistis. Ia menilai syarat-syarat bagi kembalinya Rusia ke meja perundingan negara-negara elit tersebut masih jauh dari terpenuhi.
BACA JUGA:Juventus Alami Jalan Buntu di Negosiasi Gaji Kenan Yildiz, Tiga Klub Elite Eropa Antre
BACA JUGA:Rusia dan Meksiko Kecam Serangan AS ke Venezuela, Wapres Venezuela Tuntut 'Bukti Kehidupan' Maduro
"Saya tidak melihat adanya proses cepat atau jalan pintas bagi kembalinya Rusia ke format G8. Langkah tersebut memerlukan perubahan signifikan dalam situasi di lapangan dan kepatuhan terhadap hukum internasional," tegasnya.
Sikap Meloni ini mencerminkan posisi Italia yang mencoba menyeimbangkan antara dukungan kuat terhadap aliansi Barat dan kebutuhan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Meloni berpendapat bahwa tanpa dialog yang strategis, Eropa berisiko kehilangan peran dalam menentukan masa depan keamanan di kawasannya sendiri.
Sejauh ini, negara-negara anggota G7 lainnya masih mempertahankan sikap tegas terhadap Kremlin.
Namun, pernyataan pemimpin Italia ini memberikan sinyal adanya ruang bagi diplomasi di tengah kebuntuan konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Italia, yang memegang peran strategis di Mediterania dan Eropa Selatan, terus memantau dampak ekonomi dan keamanan dari ketegangan antara NATO dan Rusia, terutama dalam aspek energi dan rantai pasok global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: reuters