Ini Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.800 per Dolar AS

Ini Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.800 per Dolar AS

Rupiah melemah terhadap Dollar-Simak jurus Menteri BUMN Erick Thohir-Bank Indonesia

HARIAN DISWAY - Bank Indonesia mengungkap faktor-faktor utama di balik pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp16.877 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Januari 2026.

Tekanan global, mulai dari eskalasi geopolitik hingga ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat, disebut menjadi pemicu utama pergerakan rupiah di awal tahun ini.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G Hutapea menjelaskan bahwa BI tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

BACA JUGA:Redenominasi Rupiah Ditarget Rampung 2027, Rp1.000 Jadi Rp1, Apa Untungnya?

BACA JUGA:5 Alasan Redenominasi Rupiah, Rp1.000 Jadi Rp.1, Ditarget Rampung 2027

Namun, ia mengakui pergerakan rupiah tidak bisa dilepaskan dari sentimen global yang tengah bergejolak.

Tekanan tersebut bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan, di tengah kebutuhan valuta asing domestik yang meningkat pada awal tahun. 

“Kondisi ini mendorong Rupiah melemah dan ditutup pada level Rp16.860 per dolar AS pada 13 Januari 2026, atau terdepresiasi sebesar 1,04 persen secara year-to-date,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 14 Januari 2026.

Meski demikian, Erwin menegaskan pelemahan rupiah masih sejalan dengan tren mata uang kawasan. 

Sejumlah mata uang regional juga mengalami tekanan akibat sentimen global yang sama.

BACA JUGA:Kini Harga Emas Merosot setelah Melonjak 3 Hari, Imbas Menguatnya Indeks Dolar AS

BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp16.634, Tekanan Datang dari Kebijakan Pemerintah dan Penguatan Dolar AS

Menurutnya, pelemahan rupiah tersebut sejalan dengan pergerakan nilai tukar regional yang juga terdampak sentimen global. Di antaranya won Korea yang melemah sebesar 2,46 persen dan peso Filipina sebesar 1,04 persen.

Erwin menambahkan, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga berkat langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan BI secara berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: