Penghobi Olahraga Lari Disarankan Mengonsumsi Susu dan Zaitun, Ini Alasannya
Pegiat olahraga lari disarankan mengonsumsi susu dan zaitun, ini alasannya. - RUN 4 FFWPU - Pexels
Dalam penelitian bertajuk The Potential of Phytochemicals Lycopene in Prevention of Bone Loss Due To Decreased Estrogen Hormone in Humans and Experimental Animals, disebutkan bahwa antioksidan bisa menurunkan risiko osteoporosis.
Konsumsi karotenoid dalam sayur dan buah juga dapat mendukung proses mineralisasi tulang (penambahan mineral dalam jaringan tulang).
BACA JUGA:Jogging Community: Lari Bareng Jadi Gaya Hidup Sehat
BACA JUGA:Sydney Marathon Masuk World Marathon Majors, Golden Rama Gelar Pre-Race Workshop untuk Bekali Pelari
Bagi yang tidak suka dengan suplemen zaitun yang menyebabkan eneg, bisa mencoba produk lainnya. Misalnya, susu dengan kandungan buah zaitun, campuran salad Yunani, ratatouille, dan lain-lain.
Kandungan kalsium dalam susu dapat mencegah stress facture dan mengirimkan sinyal agar otot bisa bekerja lebih rileks dan tidak mudah kram.
“Stress fracture terjadi ketika tulang kita mengalami retakan kecil akibat dipaksakan aktivitas yang berat secara tiba-tiba,” tambahnya.
Adapun protein dapat menjadi cadangan energi, memperbaiki jaringan otot dan tulang, serta menjaga stamina supaya tidak cepat capek. Protein terkandung dalam susu, kacang-kacangan, daging, keju, dan lain-lain.
BACA JUGA:Event Lari Notarace 2025 Bekasi Targetkan 3 Ribu Peserta, Ini Rincian Hadiahnya!
BACA JUGA:Raya Run 2025 Gandeng Komunitas Lari Surabaya, Ajak Tingkatkan Transaksi Digital
Pelari bisa mendapatkan bahan tersebut dengan mudah di supermarket atau pasar. Bahkan saat ini sudah ada produk yang aman dikonsumsi bagi yang alergi susu sapi.
Sebelum Fun Run 5K dan Fun Walk 3K dalam rangkaian Spindo Run 2026 yang berlangsung 18 Januari 2026 di Grand City Convex Surabaya, peserta menerima merchandise yang salah satu isinya adalah susu.
“Selain susu, ada juga jersey, topi, notebook, dan oats. Ini adalah event lari kedua yang saya ikuti di Surabaya. Semoga bisa mencapai target waktu lari dengan waktu paling lambat 30 menit,” kata Dimas Rafif, peserta Fun Run 5K asal Surabaya. (*)
BACA JUGA:Tren Running yang Digemari Kaum FOMO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: