Ketika Anak-Anak Usia Dini Kian Lekat pada Gawai, Kendali Ada pada Orang Tua

Ketika Anak-Anak Usia Dini Kian Lekat pada Gawai, Kendali Ada pada Orang Tua

PSIKIATER berinteraksi dengan anak usia dini yang membutuhkan pertolongan untuk lepas dari ketergantungannya pada gawai. Konseling dan terapi bertahap ditangani tim ahli RSJ Menur Surabaya.--Humas RSJ Menur untuk Harian Disway

Agar bisa mengawasi anak-anak, orang tua pun harus melek teknologi. Sebab, kasus kecanduan gawai sangat beragam. Mulai dari game online, pornografi, hingga judi online.

TikTok, YouTube, Free Fire (FF), Mobile Legend, dan Roblox disebutkannya sering menjadi pemicu kecanduan anak-anak. Bahkan yang lebih ekstrem adalah anak 14 tahun yang berkenalan dengan orang asing di media sosial, lalu mengajak bertemu dan berhubungan seksual.

“Orang tua tidak bisa melarang anak main HP jika orang tuanya sendiri terus-menerus memegang gadget di depan anak. Karena children see, children do,” terang alumni Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma (UWK) itu pada 9 Januari 2026.

Fenomena yang Ivana ceritakan itu pernah dialami Dewa Hadi. Bapak dua anak yang tinggal di Sidoarjo itu mengatakan bahwa kesibukan bekerja dari rumah membuat ia dan istrinya sempat kurang mengawasi aktivitas digital anak sulung mereka yang saat itu berusia 4,5 tahun.

BACA JUGA:Kolaborasi PLN dan Kampung Lali Gadget: Anak-anak Menemukan Kembali Kebahagiaan Bermain Tanpa Gawai...

BACA JUGA:Buku Ajaib Cipung, Buku Cerita Dengan Teknologi Interaktif Untuk Kurangi Ketergantungan Anak Pada Gadget


IVANA SAJOGO, psikiater konsultan anak dan remaja RSJ Menur Surabaya, menegaskan peran orang tua sebagai pengontrol interaksi anak dengan gawai.-Ilmi Bening-Harian Disway

Ia prihatin ketika mendapati putrinya mulai menunjukkan ketergantungan pada ponsel. Jika ponselnya diambil, si kecil marah dan menolak bermain dengan mainan yang lain.

“Akhirnya, saya dan istri mencoba ikut bermain masak-masakan bersamanya. Kami juga berkomitmen tidak menggunakan ponsel di depan anak,” ceritanya kepada Harian Disway Jumat, 16 Januari 2026.

Terpisah, Alyssa Putri, M.Psi., Psikolog dari Savy Amira mengatakan bahwa pendampingan aktif kepada anak terkait gawai juga bisa dilakukan dengan mengajak anak usia dini ngobrol tentang aktivitas mayanya. 

“Misalnya, si anak kedapatan menonton konten yang tidak layak tonton tanpa sengaja, orang tua harus bisa menjelaskan dan mengedukasi,” jelasnya saat dihubungi pada 5 Januari 2026. 

BACA JUGA:Kampung Lali Gadget; Wujudkan Masa Kecil Gembira Tanpa Ketergantungan Gawai

BACA JUGA:Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Jadi Relawan di Kampung Lali Gadget

Alyssa mengatakan bahwa para orang tua perlu membiasakan anak-anak untuk tidak mengakses gawai beberapa jam sebelum tidur. Itu supaya mereka tidak mengalami insomnia. Dia juga menyarankan para orang tua mengaktifkan parental mode pada gawai. 

“Atau bisa juga dengan menyediakan device khusus yang memang hanya bisa dipakai untuk kegiatan akademik. Tidak ada sosial media atau gim,” ucapnya. 

Cara lain yang direkomendasikan psikolog untuk mengatasi kecanduan gawai pada anak adalah dengan memperbanyak aktivitas fisik. Misalnya, olahraga, aktivitas seni, bersepeda, bersosialisasi dan bermain di area outdoor, serta kegiatan keagamaan. 

Itu pula yang kemudian dipraktikkan Dewa dan sang istri. “Setelah kami mengubah kebiasaan kami dan mengakrabkan anak pada aktivitas fisik, sekarang ketergantungannya pada gadget sudah jauh berkurang,” tandasnya. (*)

BACA JUGA:Seru! Kurangi Ketergantungan Anak Pada Gadget, Kemendikbudristek Gelar Festival Permainan Tradisional

BACA JUGA:Kurikulum Bermain Tematik Terbaru Kampung Lali Gadget Sidoarjo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: