Valve Wajibkan Developer Jujur Soal Penggunaan AI Dalam Game Mereka

Valve Wajibkan Developer Jujur Soal Penggunaan AI Dalam Game Mereka

Steam perbarui kebijakan penggunaan AI sebagai alat pengembangannya. --Steam

Developer juga tetap harus melaporkan jika game mereka secara aktif menggunakan generative AI untuk menghasilkan konten saat dimainkan.

Tidak hanya itu, Valve juga mewajibkan disclosure apabila generative AI digunakan dalam pembuatan materi pemasaran, seperti ilustrasi promosi, trailer, atau aset visual untuk halaman Steam. Langkah ini menegaskan bahwa transparansi kepada konsumen tetap menjadi prioritas utama.

Perubahan kebijakan ini muncul tak lama setelah Larian Studios, pengembang Baldur’s Gate 3 dan seri Divinity, mendapat sorotan tajam dari komunitas.

BACA JUGA:Wacana Cap Khusus untuk Game yang Dibuat oleh AI Picu Perdebatan Panas Para Gamer dan Pengembang

BACA JUGA:Jutaan Gamer Tertipu Video Gameplay GTA 6 Terbaru, Ternyata Bikinan AI

Dalam sesi Reddit AMA, CEO Larian Studios Swen Vincke mengungkap bahwa timnya sempat menggunakan generative AI pada tahap awal pengembangan. Pernyataan tersebut memicu kritik dari sebagian penggemar.

Menanggapi reaksi tersebut, Vincke menyatakan bahwa Larian Studios akan “menahan diri” dari penggunaan generative AI ke depannya. Kasus ini menjadi contoh nyata betapa sensitifnya isu AI di mata komunitas gamer, khususnya terkait orisinalitas dan etika kreatif.

Dengan pembaruan bahasa kebijakan ini, Valve tampaknya mengambil posisi tengah. Penggunaan AI diperbolehkan selama berfungsi sebagai alat efisiensi.

Namun tetap diawasi ketat ketika menyentuh ranah kreatif yang berdampak langsung pada pengalaman pemain. Isu ini diprediksi akan terus menjadi perbincangan sepanjang 2026 seiring semakin luasnya adopsi AI di industri game.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: