Kenapa Banyak Artis Dunia Pilih Bikin Konser dalam Game?

Kenapa Banyak Artis Dunia Pilih Bikin Konser dalam Game?

Konser Travis Scott di Fortnite menjadi salah satu konser di dalam game yang tersukses. --Epic Game

HARIAN DISWAY — Industri musik global tengah memasuki fase baru. Yakni, konser virtual. Mereka tidak membutuhkan panggung fisik dan penonton yang berdiri di hadapannya. Konser berlangsung dalam event live di video game dan dunia virtual.

Fenomena ini marak sejak beberapa tahun terakhir. Para musisi besar seperti Travis Scott, Ariana Grande, dan grup K-Pop Stray Kids pun memilih platform game sebagai panggung.

Mereka bikin konser di metaverse maupun live di dalam game. Salah satu yang paling menonjol adalah konser Astronomical Travis Scott di Fortnite. Pertunjukan virtual itu menarik puluhan juta gamers di seluruh dunia.

Fortnite mencatat lebih dari 27,7 juta pemain yang menonton. Keunikan mereka dalam tiap sesi penampilan, membuat konser itu menjadi salah satu konser virtual yang paling sukses dalam sejarah gaming.

BACA JUGA:Fortnite Dirumorkan Akan Berkolaborasi Dengan Anime Chainsaw Man

BACA JUGA:Arc Raiders Disebut Bisa Saingi Fortnite, Ini Alasan Optimisme Shroud dan Keraguannya


IDOL K-POP juga memilih bikin konser di dalam game. Salah satunya adalah NCT-127 yang konser di Roblox. --YouTube

Travis Scott bahkan mendapatkan bayaran mencapai lebih dari USD20 juta untuk penampilan tersebut. Pendapatan itu jauh melebihi pendapatan rata-rata konser tur fisik. Ini sekaligus menunjukkan potensi ekonomi format digital.

Ariana Grande juga menggelar konser virtual bertajuk Rift Tour dalam Fortnite. Itu merupakan event bertema promosi yang digelar lima kali dalam beberapa hari.

Kolaborasi tersebut memperluas pengalaman pemain dengan merchandise digital dan konten bertema yang hanya tersedia di dalam game.

Selain game Battle Royale, platform yang berfokus pada dunia metaverse seperti Roblox telah menjadi panggung global bagi artis lintas genre.

BACA JUGA:5 Setan Paling Seram dan Anomali yang Muncul di Game Roblox Bakso Malang Anomalies

BACA JUGA:Bakso Malang Anomalies: Game Horor Indonesia di Roblox yang Viral di Dunia Internasional

Sejak konser perdana Lil Nas X di Roblox pada 2020, yang berhasil mencatat jutaan penonton dalam dunia digital 3D, deretan musisi lainnya ikut meramaikan platform ini.

Nama-nama seperti Twenty One Pilots, DJ David Guetta, aespa, Imagine Dragons, bahkan musisi Indonesia Danilla Riyadi dan K-Pop NCT 127 telah tampil secara virtual. 

Mereka mengonsep panggung dengan unik dan merancang interaksi yang berbeda dari konser biasanya.

Lebih baru lagi, grup K-Pop Stray Kids mengonfirmasi konser virtual gratis di Roblox The Block, yang menampilkan avatar resmi SKZOO selama tiga hari penuh.

BACA JUGA:5 Boardgame dengan Lore Seluas Warhammer 40K yang Menarik Dicoba

BACA JUGA:Valve Wajibkan Developer Jujur Soal Penggunaan AI Dalam Game Mereka


DANILLA RIYADI menyusul Travis Scott bikin konser di game Roblox. --fb

Konser dalam game juga memperkenalkan item eksklusif dan pengalaman interaktif, menunjukkan bagaimana artis dan pengembang game saling memanfaatkan platform digital untuk menarik penggemar global.

Fenomena konser dalam game tidak hanya sekadar hiburan semata. Secara industri, tren ini menawarkan beberapa keuntungan strategis yang tak dimiliki konser tradisional.

Pertama, akses global tanpa batas geografis. Fans dari berbagai negara dapat menyaksikan pertunjukan secara bersamaan tanpa biaya perjalanan atau tiket mahal.

Ini berarti artis dapat menjangkau jutaan penonton secara bersamaan hanya dengan satu event digital.

BACA JUGA:6 Plug-In Bangunan Ikonik khas Indonesia di Game TheoTown

BACA JUGA:Game TheoTown Dibanjiri Pemain Indonesia, Bangun Mie Gacoan Lengkap dengan Demo Tukang Parkir

Kedua, pengalaman interaktif yang unik. Berbeda dengan streaming video konser biasa, konser in-game sering didesain dengan elemen interaktif: avatar pemain bisa bergerak di arena konser, berpartisipasi dalam minigame, mengambil item eksklusif, hingga menikmati visualisasi panggung yang melebihi batas fisik dunia nyata.

Ketiga, nilai komersial dan branding. Tidak hanya artis yang mendapatkan bayaran besar, platform game juga bisa memonetisasi event melalui penjualan skin, emote, dan konten eksklusif.

Misalnya, Fortnite sering menawarkan kosmetik bertema artis sebagai bagian dari event konser, yang menjadi item koleksi berharga di kalangan pemain.

Keempat, relevansi dengan tren digital dan generasi muda. Generasi sekarang tumbuh dengan video game, media sosial, dan pengalaman digital. Konser virtual di game menjembatani dua dunia populer ini, yakni musik dan game, dalam konsep hiburan yang familiar bagi generasi milenial dan Gen-Z.

BACA JUGA:Ultraverse Festival Hadirkan Konser Live Streaming di Tiga Kota pada Akhir Januari

BACA JUGA:Deretan Konser K-Pop di Indonesia 2026: dari Riize hingga Treasure, Ini Jadwal Lengkapnya!

Meski masih berakar dari respons terhadap keterbatasan konser fisik di masa pandemi, tren konser dalam video game kini telah berevolusi menjadi bagian inti dari strategi hiburan global.

Fenomena ini diperkirakan akan terus berkembang seiring teknologi metaverse dan realitas virtual semakin matang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: