Mantan Bos Assassin’s Creed Gugat Ubisoft atas Dugaan Pemecatan Terselubung
Mantan pegawai Ubisoft menuntut Ubisoft karena pemecatan terselubung. --Ubisoft
HARIAN DISWAY - Mantan petinggi Ubisoft yang selama bertahun-tahun memimpin waralaba Assassin’s Creed Marc-Alexis Côté, menggugat Ubisoft ke Pengadilan Tinggi Quebec.
Gugatan itu diajukan atas dugaan pemecatan terselubung atau constructive dismissal. Dengan nilai tuntutan mencapai 1,3 juta dolar Kanada atau sekitar Rp15 miliar.
Gugatan tersebut muncul setelah Côté, yang telah berkarier selama lebih dari 20 tahun di Ubisoft, meninggalkan perusahaan pada 2025. Ia pergi tak lama setelah peluncuran Assassin’s Creed Shadows.
Selama beberapa bulan, kepergian Côté nyaris tanpa penjelasan. Namun tiga bulan lalu, ia akhirnya angkat bicara. Lalu menegaskan bahwa dirinya tidak hengkang secara sukarela.
BACA JUGA:Rumor Remake Assassin’s Creed 4: Black Flag Resynced Menguat, Ubisoft Punya Domain Baru
BACA JUGA:Clair Obscur: Expedition 33, Balas Dendam Epik Mantan Pegawai Ubisoft

Ubisoft dituntut karena pemecatan terselubung. --Ubisoft
Dalam dokumen gugatan yang dilaporkan Radio-Canada, Côté memaparkan rangkaian peristiwa yang disebutnya sebagai upaya sistematis. Upaya untuk menyingkirkannya dari posisi strategis.
Ia mengklaim, pada pertemuan musim panas 2025, jelas membuktikan bahwa ia tidak lagi dipercaya memimpin Assassin’s Creed, waralaba yang telah ia pimpin sejak strategi reboot ambisius pada 2022.
Situasi itu berkaitan dengan pembentukan Vantage Studios, anak perusahaan baru Ubisoft yang didukung investasi 1,25 miliar dolar AS dari Tencent.
Unit itu menaungi waralaba paling menguntungkan Ubisoft. Yakni Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six Siege.
BACA JUGA:Ubisoft Tunda Laporan Fiskal, Pertanda Kondisi Keuangan di Ujung Tanduk?
BACA JUGA:Ubisoft Umumkan DLC Gratis Valley of Memory untuk Assassin’s Creed Mirage
Vantage dipimpin Christophe Derennes serta Charlie Guillemot, putra CEO Ubisoft Yves Guillemot. Sebelum restrukturisasi tersebut, Côté melapor langsung kepada Guillemot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: