Inter Dipecundangi Arsenal, Cristian Chivu Sesalkan Dua Kekalahan Ini

Inter Dipecundangi Arsenal, Cristian Chivu Sesalkan Dua Kekalahan Ini

Chivu mengakui Arsenal tampil lebih kuat, namun menegaskan penyesalan utamanya adalah kekalahan Inter dari Atletico Madrid dan Liverpool karena timnya kini sudah berkembang.--Uefa.com

HARIAN DISWAY - Inter Milan dipermalukan Arsenal dalam matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026. Di kandang sendiri, San Siro, Inter menyerah dengan skor 1-3 pada Rabu dini hari WIB, 21 Januari 2026.

Penyerang Arsenal Gabriel Jesus mencetak dua gol di babak pertama. Ditambah Victor Gyokeres di babak kedua. Satu-satunya gol Inter diciptakan oleh Petar Sucic.

Gara-gara hasil itu, Inter kini terjebak di posisi 9 klasemen sementara fase liga. Mereka mengumpulkan 12 poin dari tujuh laga. Mereka hampir pasti gagal finis di 8 Besar, dan harus melalui fase playoff jika ingin melanjutkan perjalanan ke 16 Besar.

Meski begitu, pelatih Inter Milan Cristian Chivu, mengaku tidak menyesalinya. Ia menyadari, dalam pertemuan tersebut, Arsenal tampil lebih baik daripada Lautaro Martinez dkk.

BACA JUGA:Inter Milan vs Arsenal 1-3, The Gunners Kunci Tiket 16 Besar Liga Champions

BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Hajar Inter Milan 3-1, Gabriel Jesus Gacor!

Menurut Chivu, tim asal Inggris itu menunjukkan kualitas yang sangat lengkap. Mulai teknik sampai kejelian memanfaatkan momen-momen kecil. Semua hal berpihak pada Arsenal malam itu.


Para pemain Inter Milan merayakan gol yang dicetak oleh Petar Sucic (tengah), dalam laga kontra Arsenal. Rabu, 21 Januari 2026.--Instagram @inter

"Mereka punya intensitas, teknik, dan kecepatan yang lebih baik. Mereka menyerang ruang dengan cepat dan selalu siap dalam setiap duel," ujar Chivu dalam konferensi pers, dikutip dari Sky Sport Italia.

Chivu menyebut Inter sebenarnya bermain cukup baik di babak pertama. Namun sebuah gol dari situasi tak menguntungkan—bola memantul dari mistar lalu mengenai kepala pemain Arsenal—mengubah jalannya laga. 

Chivu juga menyoroti peran bola mati Arsenal yang sangat efektif. Skema sepak pojok mereka mampu mengeksploitasi kelemahan pertahanan Inter yang menggunakan sistem penjagaan zona.

BACA JUGA:Udinese vs Inter Milan 0-1, Gol Lautaro Martinez Buat Nerazzurri Nyaman di Pucuk

BACA JUGA:Inter Milan Amankan Francesco Pio Esposito di Tengah Godaan Klub Premier League

Di babak kedua, Arsenal tampil lebih disiplin dan realistis. "Mereka lebih fokus, bertahan lebih dalam, dan punya fisik serta kedalaman skuad yang luar biasa," ulasnya.

Chivu: Inter Tumbuh dari Kekalahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: football-italia