Jam Nol Teheran
ILUSTRASI Jam Nol Teheran.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Harga minyak mentah bakal loncat ke 200 dolar AS per barel. Ekonomi AS rontok. Inflasi meledak. Rakyat AS menjerit. Trump, sebagai pedagang, paling takut skenario tersebut. Rugi bandar.
Rasanya seperti di lorong ruang operasi. Lampu merah menyala. Kita menunggu vonis dokter dengan lutut gemetar.
Di landasan pacu, mesin 13 tanker itu sudah menderu. Pilotnya sudah pasang masker oksigen. Di bunker Teheran, jari para jenderal sudah gatal di atas tombol peluncur rudal-rudal antikapal.
Dua-duanya pegang pisau di urat nadi lawan. Sama-sama takut. Tapi, gengsi untuk mundur.
Mundur, malu. Maju, jadi abu.
Suara jet di langit itu bukan detak jam. Itu bunyi korek api yang sedang digesek di dalam gudang mesiu.
Kita tinggal tunggu siapa yang tepercik lebih dahulu. (*)
*) Efatha Filomeno Borromeu Duarte adalah Dosen ilmu politik Universitas Udayana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: