Menag: Al-Azhar Mesir Siap Kirim 1.000 Dosen ke Indonesia, Perkuat Pendidikan Islam dan Bahasa Arab

Menag: Al-Azhar Mesir Siap Kirim 1.000 Dosen ke Indonesia, Perkuat Pendidikan Islam dan Bahasa Arab

Menag Nasaruddin Umar menyatakan Indonesia siap menjadi pusat baru peradaban Islam modern melalui kerja sama dengan Al-Azhar Mesir.-Dok Kemenag-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Indonesia akan memainkan peran strategis dalam pengembangan pendidikan Islam dan penguatan Bahasa Arab di tingkat global. Pernyataan ini disampaikan sepulang dari kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Nasaruddin, Al-Azhar memberikan sinyal sangat positif terhadap kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan Mesir, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam berbagai kepentingan strategis dunia Islam.

“Al-Azhar sangat mendukung kerja sama antara kedua negara, bukan saja dari soal pendidikan, tapi berbagai macam kepentingan sebagai sesama negara mayoritas Muslim yang moderat,” ungkap Menag Nasaruddin di Tangerang, dikutip Sabtu, 24 Januari 2026.

BACA JUGA:Menag Bicara Ekoteologi di Mesir, Tegaskan Peran Agama Menjaga Kemanusiaan di Era AI

BACA JUGA:Menag Bertolak ke Mesir, Bahas Cabang Al-Azhar di Indonesia dan Ekoteologi Global

Menag menjelaskan bahwa Al-Azhar menyatakan kesiapannya memberikan asistensi kepada perguruan tinggi keagamaan di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas institusi agar mampu mencetak lulusan yang lebih kompeten dan berdaya saing global.

“Al-Azhar bersedia untuk memberikan asistensi terhadap perguruan tinggi-perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, UIN, IAIN, dan PTKIS untuk kendali mutu,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Al-Azhar juga siap mengirimkan ratusan hingga ribuan tenaga pengajar ke Indonesia.

"Al-Azhar juga bersedia untuk mengirim dosen-dosen yang diperlukan oleh Indonesia, terutama Bahasa Arab dan juga 200 sampai 1000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir bersedia untuk datang ke Indonesia," sambungnya.

BACA JUGA:Menag Gelar Rapat Perdana Persiapan Perayaan Imlek 2026 di Masjid Istiqlal

BACA JUGA:Isra Mikraj 1447 H, Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial dan Lingkungan Lewat Salat

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Mesir dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada April 2026. Agenda tersebut mencakup penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta pembahasan program strategis lanjutan di bidang pendidikan tinggi Islam.

Dalam kunjungannya, Nasaruddin juga menyampaikan bahwa Indonesia memperoleh apresiasi internasional dari pemerintah Mesir dan para ulama dunia.

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya di bidang artificial intelligence (AI), yang berpotensi menjadi kekuatan baru dalam peradaban Islam modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: