Pupuk Indonesia Perluas Kerja Sama Global dengan Aljazair
Sudaryono berharap kerja sama ini meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional-Dok.Pupuk Indonesia-
Sudaryono mengatakan kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Yakni, memastikan ketersediaan pupuk yang terjangkau dan tepat waktu bagi petani.
“Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret memperkuat hulu industri pupuk agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi petani menjadi lebih murah,” kata Sudaryono.
BACA JUGA:Pupuk Indonesia Teken Kontrak 9,8 Juta Ton, Siap Salurkan Pupuk Subsidi Mulai 1 Januari 2026
BACA JUGA:Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Bersubsidi Siap untuk Pembudidaya Ikan
Ia berharap kerja sama ini mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan Indonesia.
Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab menyatakan kerja sama ini bagian dari kebijakan Presiden Aljazair. Yakni memperkuat kemitraan ekonomi internasional.
Penekanannya pada sektor pertambangan strategis, seperti fosfat. Kemitraan ini juga dinilai penting dalam mendorong diversifikasi ekonomi, investasi produktif, serta transfer teknologi antara Aljazair dan Indonesia.
Selain dengan Somiphos, Pupuk Indonesia menjajaki potensi kerja sama dengan Sonatrach, BUMN migas Aljazair. Itu dilakukan untuk membangun ekosistem industri pupuk terintegrasi berbasis gas dan fosfat yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan nasional.
Somiphos merupakan produsen fosfat utama Aljazair yang beroperasi di wilayah Tebessa, kawasan tambang Djebel Onk, salah satu deposit fosfat terbesar di negara tersebut.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: