Indonesia Resmi Pegang Keketuaan D-8 2026–2027, Logo Diluncurkan sebagai Penanda Awal

Indonesia Resmi Pegang Keketuaan D-8 2026–2027, Logo Diluncurkan sebagai Penanda Awal

Logo Keketuaan D-8 Indonesia 2026–2027 diluncurkan, menandai dimulainya agenda kepemimpinan Indonesia di forum D-8.-kemlu ri-

HARIAN DISWAY – Indonesia resmi memulai Keketuaan Developing Eight (D-8) periode 2026–2027 melalui peluncuran logo resmi. Logo ini menjadi penanda dimulainya komunikasi publik dan akan digunakan sepanjang rangkaian agenda keketuaan Indonesia.

Tema yang diusung adalah “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity.” Tema ini menegaskan fokus Indonesia dalam merespons perubahan geopolitik dan geoekonomi global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama negara-negara Global South.

Logo Keketuaan D-8 Indonesia memadukan simbol kompas Nusantara dan cahaya penuntun (jyoti), yang merepresentasikan arah dan harapan. Delapan elemen berbentuk bintang melambangkan delapan negara anggota D-8 yang bersatu dalam satu kesatuan.

Pemerintah berharap peluncuran logo ini dapat meningkatkan visibilitas D-8 di tingkat nasional dan internasional. Langkah ini juga ditujukan untuk memperkuat pemahaman publik terhadap peran Indonesia di organisasi tersebut.

BACA JUGA:Presiden Kumpulkan Kabinet di Hambalang, Ini Sejumlah Isu yang Dibahas

BACA JUGA:Menag: Al-Azhar Mesir Siap Kirim 1.000 Dosen ke Indonesia, Perkuat Pendidikan Islam dan Bahasa Arab

Peluncuran logo sejalan dengan penegasan Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan 2026 mengenai pentingnya diplomasi yang adaptif di tengah ketidakpastian global. Indonesia menempatkan ketahanan dan kerja sama multilateral sebagai pilar utama diplomasi luar negeri.

Selama masa keketuaan, Indonesia akan mendorong kerja sama yang berorientasi pada hasil nyata. Fokus diarahkan pada penguatan interaksi ekonomi, penciptaan nilai tambah bersama, serta peningkatan peran dunia usaha di negara-negara anggota D-8.

Keketuaan Indonesia di D-8 juga dapat dibaca sebagai upaya memperkuat posisi negara-negara berkembang di tengah peta global yang kian tidak menentu. Dunia berubah cepat. Negara-negara Global South butuh ruang untuk saling menguatkan.

BACA JUGA:Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu Jaringan Malaysia–Indonesia

BACA JUGA:Presiden Prabowo Tiba di Kairo, Siap Hadiri KTT D8 

Untuk itulah peran D8. Sebuah wadah kerja sama yang harus menghasilkan dampak nyata. Terutama di sektor ekonomi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Airlangga

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: