Gempa M 5,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali dan Yogyakarta

Gempa M 5,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali dan Yogyakarta

Gempa bumi Pacitan Selasa, 27 Januari 2025-BMKG-BMKG

PACITAN, HARIAN DISWAY – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa pagi, 27 Januari 2025.

Gempa terjadi sekitar pukul 08.20 WIB dan dirasakan di sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Pusat gempa berlokasi di 25 kilometer arah timur laut Pacitan, pada koordinat 8,14 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur, dengan kedalaman 105 kilometer.

Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah. Di antaranya Karangkates, Tulungagung, Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, dan Madiun. Getaran juga terasa hingga Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto, Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Pasuruan, Semarang, sampai Mataram.

Mengutip Antara, BPBD Kabupaten Trenggalek melaporkan adanya dampak ringan berupa rontoknya atap genting di SDN 3 Pogalan.

BACA JUGA:Gempa Bumi M7,1 Guncang Talaud, Belum Ada Laporan Kerusakan

BACA JUGA:Apa Itu Megathrust? Indonesia Punya 14 Zona, Ancaman Gempa hingga Tsunami Mengintai

“Peristiwa tersebut menyebabkan beberapa siswa dan pegawai mengalami luka ringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono.

BMKG mengungkap gempa ini dipicu aktivitas deformasi batuan dalam lempeng bumi dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, yang umum terjadi di zona subduksi selatan Pulau Jawa.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng,” ucap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tambahnya.

BACA JUGA:Banda Aceh Diguncang Gempa M 4,6, BMKG Sebut Akibat Aktivitas West-Andaman

BACA JUGA:Mengapa Gempa Megathrust Berbahaya? Yuk Kenali Faktanya!

BMKG mencatat wilayah selatan Pulau Jawa merupakan kawasan aktif tektonik akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi ini memicu tekanan pada kerak bumi yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan gempa. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id