Apa Itu Megathrust? Indonesia Punya 14 Zona, Ancaman Gempa hingga Tsunami Mengintai
Megathrust Selat Sunda Ancam Indonesia di 2025, Catat Daerah yang Beprotensi Terdampak---Freepik
HARIAN DISWAY – Indonesia memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, tercatat 14 zona megathrust, bertambah satu dibanding peta 2017 yang hanya memuat 13 zona. Temuan itu mengindikasikan peningkatan potensi bahaya gempa di sejumlah wilayah tanah air.
Lalu, apa sebenarnya zona megathrust?
BMKG menjelaskan bahwa megathrust adalah zona pertemuan dua lempeng tektonik, di mana satu lempeng menyusup (subduksi) ke bawah lempeng lainnya.
BACA JUGA:Mengapa Gempa Megathrust Berbahaya? Yuk Kenali Faktanya!
BACA JUGA:BMKG Ingatkan Jakarta Waspada Gempa Megathrust Meski Jauh dari Episentrum
Proses itu menyebabkan penumpukan energi dalam waktu lama. Ketika energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, dampaknya bisa berupa gempa bumi sangat besar dan berpotensi memicu tsunami.
BMKG menekankan kewaspadaan tinggi pada dua segmen utama yang lama tidak aktif yakni, Megathrust Selat Sunda (terakhir melepaskan gempa besar pada 1757) dan Megathrust Mentawai–Siberut (terakhir aktif pada 1797).
Kedua wilayah tersebut masuk kategori seismic gap, yakni segmen yang secara geologis menyimpan energi besar karena sangat lama tidak melepaskan energi.
Kondisi itu meningkatkan potensi terjadinya gempa besar di masa depan, sehingga mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini menjadi kunci untuk mengurangi risiko.
BACA JUGA:Gempa Dangkal Guncang Pacitan, Dipicu Aktivitas Zona Megathrust
BACA JUGA:Ini Langkah Proaktif Pemkot Surabaya Hadapi Ancaman Gempa Megathrust
Anggota AIPI sekaligus Guru Besar Institut Teknologi Bandung Iswandi Imran menyoroti perbedaan signifikan antara peta 2017 dan 2024.
Menurutnya, kontur yang lebih rapat pada peta terbaru menunjukkan eskalasi bahaya gempa di beberapa daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: