Apa Itu Megathrust? Indonesia Punya 14 Zona, Ancaman Gempa hingga Tsunami Mengintai

Apa Itu Megathrust? Indonesia Punya 14 Zona, Ancaman Gempa hingga Tsunami Mengintai

Megathrust Selat Sunda Ancam Indonesia di 2025, Catat Daerah yang Beprotensi Terdampak---Freepik

“Antara yang sebelumnya 2017 dengan 2024 yang paling atas ya kalau kita lihat kontur lebih rapat ya yang pada 2024 yang mengindikasikan sebenarnya adanya peningkatan bahaya gempa di daerah-daerah tertentu di Indonesia,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Terkini, dikutip Selasa, 9 Desember 2025.

BACA JUGA:Gempa Megathrust Kerap Terjadi di Zona Kecil

Zona Megathrust Berpotensi Gempa Besar

Peta 2024 juga mencatat Zona Megathrust Jawa dengan potensi gempa hingga magnitudo 9,1. Beberapa zona lain berpotensi mencapai M8,9, seperti Enggano dan Mentawai–Pagai.

Berikut 14 zona megathrust beserta potensi magnitudonya:

  1. Aceh–Andaman (M9,2)
  2. Nias–Simeulue (M8,7)
  3. Batu (M7,8)
  4. Mentawai–Siberut (M8,9)
  5. Mentawai–Pagai (M8,9)
  6. Enggano (M8,9)
  7. Jawa (M9,1)
  8. Jawa Barat (M8,9)
  9. Jawa Timur (M8,9)
  10. Sumba (M8,9)
  11. Sulawesi Utara (M8,5)
  12. Palung Cotobato (M8,3)
  13. Filipina Selatan (M8,2)
  14. Filipina Tengah (M8,1)

Peringatan BMKG: Seismic Gap Mengkhawatirkan

Sebelumnya, BMKG melalui Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, memperingatkan dua zona megathrust yang sudah lama tidak melepaskan energi (seismic gap), yakni Selat Sunda dan Mentawai–Siberut.

Pada 7 Mei 2025, gempa M5,2 di Nias Barat dikaitkan dengan aktivitas Megathrust Mentawai–Siberut. “Murni gempa berpusat di zona Megathrust Mentawai Siberut,” kata Daryono.

BACA JUGA: Gempa Megathrust Ancam Wilayah Indonesia, Pakar Geologi ITS Beri Saran Ini

BACA JUGA:BMKG Ajak Swasta Sadar Resiko Gempabumi dan Tsunami, Beri Contoh Bandara YIA Yang Tahan Gempa Megathrust 8,7

Ancaman Tsunami Jawa Barat hingga Jakarta

Secara terpisah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan potensi dampak megathrust di selatan Jawa Barat hingga Selat Sunda. Peneliti BRIN Nuraini Rahma Hanifa menyebut, jika energi dilepaskan sekaligus, gempa bisa mencapai M8,7 dan memicu tsunami hingga 20 meter di beberapa wilayah.

“Semua pesisir Banten akan terdampak, hanya saja tinggi tsunaminya berbeda-beda,” ujarnya.

Di pesisir Banten, tsunami diperkirakan 4–8 meter; Lampung terdampak di wilayah yang menghadap Selat Sunda; sementara Jakarta Utara berpotensi menerima gelombang 1–1,8 meter sekitar 2,5 jam pascagempa.

“Kalau di selatan Jawa, tsunami sampai dalam waktu 40 menit, bahkan di Lebak hanya 18 menit. Tapi di Jakarta Utara, tsunami datang 2,5 jam setelah gempa,” jelas Rahma.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan isu megathrust bukan hal baru, namun peringatan dini bertujuan mendorong mitigasi dan kesiapsiagaan.

BMKG telah menempatkan sensor InaTEWS, melakukan edukasi publik, mendampingi pemda menyiapkan jalur evakuasi, sirine, dan shelter tsunami, serta rutin menguji sistem peringatan dini.

Meski waktu kejadian tidak dapat diprediksi, para ahli sepakat bahwa mitigasi, edukasi, dan kesiapsiagaan adalah langkah paling krusial untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian saat megathrust terjadi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: