Simulasi Krisis di Rumbai, Ketangguhan Tim PHR Diuji

Simulasi Krisis di Rumbai, Ketangguhan Tim PHR Diuji

Salah satu unit turbin yang beroperasi di fasilitas pembangkit listrik, Minas, Riau. -Dok.PT PHR-

PEKANBARU, HARIAN DISWAY — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengelola banyak sumur di wilayah Rumbai, Riau. Perusahaan tersebut dilengkapi tim yang siaga untuk menangani apabila terjadi kendala. 

Tim tersebut sudah terlatih dan selalu siaga. Untuk memastikan kesiapsiagaan itu, PT Pertamina Hulu Rokan menggelar simulasi penanganan gangguan, Jumat Sore, 23 Januari 2026. 

Skenarionya, saat petang, lampu peringatan di layar monitor Operational Command Center (OCC) berkedip cepat. Alarm berbunyi lebih nyaring dari biasanya. 

Para insinyur dan operator di dalam ruang kendali langsung bertindak cepat. Sinyal tersebut merupakan pertanda ada Gangguan pasokan gas dari pipa transmisi milik pihak ketiga, Trans Gas Indonesia (TGI) yang terdeteksi

BACA JUGA:PHR Pastikan Temuan Hidrokarbon di Sumur Mustang Hitam-001 Blok Rokan


PT PHR memiliki area kerja yang cukup luas -Humas Pertamina-

Tekanan gas anjlok. Situasi tersebut cukup genting. Gas merupakan elemen penting bagi pembangkit listrik Blok Rokan. Tanpa itu, listrik bisa padam total. 

Dampaknya, ribuan sumur minyak berisiko mengalami congeal. Minyak membeku, mesin mati, dan pemulihannya bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Tim bergerak dan berpacu dengan waktu melakukan perbaikan. Langkah tersebut untuk menyelamatkan ribuan sumur agar tidak mati suri.

Incident Management Team (IMT) PHR langsung diaktifkan. Protokol darurat dijalankan.  

BACA JUGA:PHR Luncurkan Teknologi CEOR di Lapangan Minas untuk Jaga Produksi Migas Nasional

BACA JUGA:Gerak Cepat, PHR WK Rokan Lampaui Target Sumur Pengeboran

Keputusan besar diambil dengan fuel switching. Yakni, sebuah manuver teknis berisiko tinggi yang mengalihkan bahan bakar turbin gas dari gas ke bahan bakar cair dalam kondisi darurat.

Idealnya, proses ini dilakukan dengan perhitungan panjang dan persiapan matang. Namun malam itu, semua berjalan dalam tekanan waktu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: