Simulasi Krisis di Rumbai, Ketangguhan Tim PHR Diuji
Salah satu unit turbin yang beroperasi di fasilitas pembangkit listrik, Minas, Riau. -Dok.PT PHR-
Turbin harus tetap berputar. Listrik tidak boleh mati. Di tengah malam, para operator bekerja manual.
Mereka membuka katup, memantau panel kontrol, berkoordinasi lintas lokasi, tanpa jeda. Tidak ada yang tidur. Tim kerja maksimal dengan fokus operasi tidak boleh berhenti.
BACA JUGA:Subholding Upstream Pertamina Borong Tiga Patra Adikriya Bhumi 2026
Energi yang tersedia kian terbatas. PHR dihadapkan pada pilihan sulit. Tidak semua operasi bisa diselamatkan.
Dengan data engineering yang presisi, strategi prioritas diterapkan. Area kritikal dijaga agar minyak tidak membeku di stasiun pengumpul dan jaringan pipa.
Sumur-sumur dengan produktivitas tinggi menjadi prioritas utama. Lalu, sebagian lainnya, harus dihentikan sementara.
Langkah ini terbukti tepat. Produksi utama tetap terselamatkan meski dalam kondisi defisit energi.
BACA JUGA:Pertamina dan Kementerian ESDM Bersinergi Pulihkan Produksi Blok Rokan Pascagangguan Gas
Simulasi berlangsung seperti kejadian sesungguhnya. Tim bisa melakukan penanganan dengan cepat dan tepat.
PHR mulai melakukan ramp-up produksi secara terukur. Grafik operasional merangkak naik.
Tekanan gas belum sepenuhnya stabil. Sumur-sumur kembali hidup. Mesin pembangkit berputar lagi.
Tim yang mengikuti simulasi pun lega. Mereka merasakan dan memahami tentang proses penanganan gangguan yang dikonsep pada lingkungan kerja sesungguhnya.
BACA JUGA:Pertamina EP Mulai Pengembangan Lapangan Bambu Merah Terintegrasi SP Cilamaya Utara
Direktur Utama PHR Muhamad Arifin lega dengan aksi tim tersebut. Mereka sudah terlatih dan teruji.
Ketangguhan para pekerja merupakan benteng utama ketahanan energi nasional. “Tanpa aksi cepat dan mitigasi yang disiplin, dampaknya bisa jauh lebih fatal,” tegas Arifin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: