Viral OMC Dituduh Sebabkan Cuaca Tidak Stabil, Ini Penjelasan BMKG
Benarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bisa menyebabkan efek buruk ketidakstabilan musim? -AI Generated-
Alasannya karena intervensi OMC tidak menumbuhkan awan baru, melainkan hanya bekerja pada sistem awan yang telah terbentuk secara alami.
BMKG menekankan bahwa penerapan OMC dilakukan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan publik melalui pengaturan intensitas curah hujan, bukan sebagai penyebab ketidakstabilan cuaca.
Dijelaskan pula bahwa cold pool yang muncul akibat hujan hasil modifikasi secara teknis sama dengan hujan biasa, baik dari segi struktur fisik maupun komposisi kimiawinya.
Walaupun dilihat dari dari sisi energi, anggapan itu tetap keliru. Saat ini manusia belum memiliki teknologi untuk menciptakan sistem pendingin admosfer raksasa yang mampu mendinginkan udara dalam sekala luas.
BACA JUGA: Mitigasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Jabar dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca hingga 29 Januari 2026
BACA JUGA: BMKG: Modifikasi Cuaca Tak Pindahkan Hujan ke Wilayah Lain
Melalui OMC manusia hanya membantu mempercepat proses alami pada awan yang sudah jenuh, bukan menciptakan fenomena cuaca baru dari nol.
Menanggapi isu mengenai pemindahan hujan yang berpotensi menyebabkan banjir di area lain, BMKG memaparkan dua strategi utama yang digunakan.
Pertama adalah Jumping Process Method, dimana awan dari arah laut dideteksi melalui radar lalu disemai lebih awal agar hujan jatuh di perairan sebelum menyentuh daratan.

Peta Pelaksaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) BMKG di Kawasan IKN Nusantara, Kalimantan Timur Periode 4-31 Juli 2024 - OMC Dilaksanakan Untuk Mengurangi Hujan Guna Percepatan Pembangunan di Kawasan IKN Nusantara-bmkg.go.id-
Kedua yaitu Competition Method, yang mana awan yang langsung tumbuh di atas daratan. Dengan menyemai awan sejak dini, pertumbuhan awan tersebut diganggu agar tidak berkembang menjadi awan comulonimbus yang masif. Tujuannya adalah untuk meluruhkan intensitas hujan, bukan memindahkannya ke tempat lain.
BACA JUGA: Benarkah OMC Bikin Cuaca Tidak Stabil? Ini Penjelasan BMKG
BACA JUGA: Modifikasi Cuaca DKI Diperpanjang 1 Februari, Sampai Daerah Penyangga
BMKG menekankan bahwa kunci utama pencegahan banjir adalah penataan lingkungan yang harus dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah.
Fakta hilangnya sekitar 800 situ di Jabodetabek sejak 1930-an menjadi faktor utama kurangnya daerah resapan dan berpotensi menjadi pemicu banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Siaran pers