Cerita dari Rusia (2): Katedral dan Patung Lenin di Vladimir
Suasana sore hari di Vladimir City, Rusia.-@afisha_vladimir-Instagram
Peserta dari kegiatan SYF 2025 tersebar dari berbagai negara. Setiap negara memiliki ciri khas budaya masing-masing. Termasuk dari cara berpakaian.
Pada momen itu, saya menggunakan setelan jas hitam dengan kemeja putih. Juga dasi merah. Sangat Indonesia sekali.
BACA JUGA:Hong Kong WinterFest, Sambut Musim Dingin, Seluruh Kota jadi Taman Bermain Raksasa
BACA JUGA:Buka Sementara, Gedung Singa Sajikan Immersive Experience Sejarah Karya Maestro Arsitek H.P. Berlage
Dalam acara itu, saya berbicara dalam sesi panel tentang hubungan antarnegara. Membahas ide tentang bagaimana masa depan relasi antar negara-negara BRICS+.
Juga bagaimana mengonstruksi masa depan dunia yang berprinsip pada tata ekonomi global yang lebih seimbang.
Pun, menciptakan alternatif tata kelola keuangan dan ekonomi, geoekonomi selatan-selatan dalam tata kelola global, diversifikasi mitra strategis di era multiblok, kerja sama energi dan ketahanan pangan, serta membuka kolaborasi budaya, sains, dan pemuda.

Katedral Uspensky di Kota Vladimir yang memiliki kubah emas menawan.-@mari_anrua-Instagram
Usai acara tersebut, kami meluangkan waktu untuk mengunjungi pusat kota Vladimir. Naik taksi selama setengah jam dari Kremlin. Ada beberapa pemandangan menarik saya lihat.
BACA JUGA:MINGYU dan VERNON SEVENTEEN Jelajahi Pesona Malam Pelabuhan Hong Kong
BACA JUGA:Jelajah Hong Kong bersama HKTB (20-Habis): Pentas Magis The Most Magical Party of All
Pertama, Svyato-Uspenskiy Kafedral'nyy Sobor. Bangunan itu tampak di sisi kanan jalan utama. Tampak cantik dan mencolok. Memiliki kubah emas menawan. Kami berkesempatan mengambil gambar dan mendekat ke katedral tersebut.
Terdapat patung Andrey Rublev dan Vladimir Lenin di seberang jalan. Dibuat dari bahan perunggu. Rusia memang menghormati tokoh-tokoh besar.
Kedua, saya melihat Elektrobus, bus listrik yang melintas di Kota Vladimir. Bukan bus listrik pada umumnya. Namun, bus yang melaju di jalan raya dengan pantograf listrik. Seperti halnya trem yang memiliki rel.
Bedanya, kendaraan itu berjalan di aspal. Tidak di rel. Di ujung jalan juga berdiri tegak sebuah gerbang besar. Itu merupakan bagian dari tembok kuno Kota Vladimir. Yang kemudian disebut sebagai "Gerbang Emas".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway