Cerita dari Rusia (2): Katedral dan Patung Lenin di Vladimir
Suasana sore hari di Vladimir City, Rusia.-@afisha_vladimir-Instagram
Hari ketiga di Rusia. Mencoba sauna ala Rusia dan hadir dalam acara School of Young Futurologist (SYF) 2025. Yang paling asyik tentu menyusuri Kota Vladimir. Melihat berbagai bangunan bersejarah di kota tersebut. Seru!
Pada 2 Desember 2025, saya bangun pagi lebih awal. Lalu menyempatkan diri untuk berkeliling di Pearl Hotel of Goden Ring, tempat saya menginap. Hotel tersebut seperti cottage yang terpisah. Resepsionis dan hall berada di depan.
Di sebelah hotel terdapat danau yang terbentuk secara alami dari aliran sungai yang mati. Sekelilingnya hutan.
Di pinggir sungai ada fasilitas lapangan sepak bola mini. Juga sauna ala Rusia. Masyarakat setempat menyebutnya "banya (баня)".
BACA JUGA:Cerita Dari Rusia (1): Suzdal, Cermin Peradaban Lampau
BACA JUGA:Lebih Dekat dengan Keunikan Budaya Meksiko: Frida Kahlo, Tequila, dan Pasar Loak
Saya sempat bersauna pada malam hari. Bersama rekan-rekan yang lain. Sedangkan kawan perempuan bersauna di ruang terpisah. Banya di Rusia berbeda dengan sauna pada umumnya. Tepatnya seperti model Finlandia.

Forum School of Young Futurologist (SYF) 2025 di Rusia pada hari pertama penyelenggaraan, 2 Desember 2025.-Probo Darono Yakti-
Ketika saya masuk ke dalam ruang sauna, saya merasa berkeringat. Suhu di ruangan tersebut mencapai 85 derajat Celsius.
Lima menit saya sudah tidak tahan. Kami pun memutuskan untuk keluar. Kembali mendinginkan badan. Termasuk menjajal udara di luar.
Acara School of Young Futurologist (SYF) 2025 berlangsung pada hari ketiga tersebut. Dibuka oleh perwakilan dari Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia. Juga Wakil Rektor dari RSUH melalui sambungan jarak jauh konferensi video.
BACA JUGA:5 Negara Asia Tenggara yang Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru 2026
BACA JUGA:Tiga Ibu Kota Kuno di Jalur Sungai Kuning: Menyusuri Jejak Peradaban Tiongkok dari Shang hingga Song
Pemerintahan Rusia di Kremlin rutin membuka dana hibah. Khususnya bagi siapa pun yang dapat mempromosikan kerja sama BRICS+.
Tak terkecuali Knowledge Hub dari Russian State University of Humanities (RSUH) yang kami ikuti. Diisi oleh kaum muda, think tank itu menekankan pada kerja sama BRICS+.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway