Prabowo Sambut PM Australia Anthony Albanese di Istana, Bahas Kerjasama Bidang Pendidikan Indonesia-Australia
Presiden Prabowo bertemu dengan PM Australia Albanese di Istana Negara, Jakarta.-Sekretariat Presiden-Youtube
HARIAN DISWAY – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026.
Pertemuan ini menjadi penegasan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor strategis. Pendidikan dan ekonomi menjadi dua bidang utama yang disorot dalam pertemuan tersebut.
Hubungan Indonesia–Australia dinilai semakin solid seiring meningkatnya mobilitas pelajar, kolaborasi perguruan tinggi, serta pertumbuhan perdagangan dan investasi.
Di sektor pendidikan, Australia masih menjadi salah satu tujuan utama pelajar Indonesia. Pada 2025, sekitar 24.000 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di berbagai universitas Australia.
BACA JUGA:Prabowo–PM Australia Sepakati Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Ekonomi
BACA JUGA:Presiden Prabowo Teken Keppres 42/2025: Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN Tahun 2026
Secara kumulatif, lebih dari 200.000 warga Indonesia pernah mengenyam pendidikan di negara tersebut.
Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang mahasiswa internasional terbesar bagi Australia. Setiap tahun, pemerintah Australia menyediakan sekitar 220 beasiswa dan program jangka pendek melalui program Australia Awards Indonesia.
Kerja sama pendidikan semakin diperkuat dengan kehadiran kampus Australia di Indonesia. Monash University membuka kampus di Jakarta, Western Sydney University di Surabaya, dan Deakin University di Bandung.
Selain itu, kedua negara menjalankan berbagai program strategis. Australia–Indonesia BRIDGE School Partnerships mempertemukan sekolah dari dua negara untuk kolaborasi pembelajaran.
BACA JUGA:Dino Patti Djalal Nilai Prabowo Pilih Board of Peace sebagai Strategi Realistis
Program INOVASI yang memasuki fase ketiga pada 2024–2027 juga terus mendorong peningkatan literasi dan numerasi pendidikan dasar. Program tersebut memperoleh pendanaan sebesar 55 juta dolar Australia.
Di bidang ekonomi, hubungan Indonesia-Australia ditopang perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang berlaku sejak Juli 2020. Perjanjian ini mendorong lonjakan perdagangan dan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: