Heboh Penggeledahan KBS, Eri Cahyadi Bongkar Masalah Sejak 2013
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, saat diwawancarai oleh wartawan dalam acara penandatanganan kerjasama antara Pemkot Surabaya dan GM hotel Surabaya pada Jum'at 6 Februari 2026.-Chalid Syamy -Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi penggeledahan kantor Kebun Binatang Surabaya (KBS) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim). Ia mengungkapkan bahwa terdapat temuan masalah pada laporan keuangan perusahaan milik daerah tersebut.
Menurut Eri, catatan dalam laporan keuangan KBS dinilai tidak sesuai dengan kondisi keuangan yang sebenarnya.
“Sejak tahun 2013, saat dilakukan penyelidikan, telah ditemukan sejumlah kejanggalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh perusahaan. Masalah ini kemudian menggantung hingga 2023,” ungkap Eri Cahyadi saat diwawancarai wartawan dalam acara Penandatanganan Kerja Sama antara Pemerintah Kota Surabaya dan pihak hotel, Jumat, 6 Januari 2026.
Eri membeberkan, setelah dilakukan penyelidikan oleh Kejati Jatim, perusahaan menerbitkan laporan keuangan dengan nilai yang tidak sesuai dengan realitas.
BACA JUGA:Simpan 60 Kg Sabu, WN Malaysia Diadili di PN Surabaya
BACA JUGA:Armuji Diperiksa Polisi dalam Kasus Dugaan Korupsi Bimtek DPRD Surabaya
“Catatannya ada, tapi uangnya tidak ada. Maka pada waktu itu saya minta dilakukan pendampingan dengan Kejati. Laporannya senilai X, ternyata tidak ada senilai X, karena uangnya sejak 2013 tidak pernah masuk,” terang Eri.
Sebelumnya, tim penyelidikan yang dibentuk untuk menginvestigasi data keuangan berasal dari internal KBS. Namun berdasarkan evaluasi kinerja, investigasi tersebut dihentikan karena terdapat indikasi konflik kepentingan.
“Oleh karena itu, pada 2023 saya minta dilakukan oleh tim independen. Saya tidak mau yang ditunjuk oleh KBS,” ujar Eri. Ia meragukan hasil audit apabila hanya dilakukan oleh pihak yang sama secara berulang.
Setelah melalui proses investigasi panjang oleh tim independen dan auditor eksternal, Kejati Jatim kemudian mengambil alih laporan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
BACA JUGA:Eri Targetkan Semua TJU Jadi Parkir Digital Akhir Bulan Ini: Jukir yang Menolak Akan Diganti
BACA JUGA:Hakim Ringankan Vonis Pengedar Uang Palsu, Kuasa Hukum Tetap Pikir-Pikir
Kasi Penyidik Kejati Jatim John Franky Yanafi Ariandi menyatakan bahwa pihaknya telah menggeledah sejumlah titik di kantor KBS. Penggeledahan meliputi kantor administrasi dan keuangan, ruang direksi, ruang pengadaan, serta ruang arsip.
Pengusutan ini juga berkaitan dengan direksi lama KBS. Saat penggeledahan dilakukan, KBS telah dipimpin oleh jajaran direksi baru. Meski demikian, Eri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: