Penipuan Pemancingan Saldo Mengatasnamakan Bea Cukai: Modus, Ciri, dan Cara Mencegahnya
Februari 2026, penipuan “pemancingan saldo” mengatasnamakan Bea Cukai marak; korban dipancing transfer lewat pesan dan bukti palsu, masyarakat diminta waspada.-dagensdk-pinterest
Pada titik itu, semakin banyak uang yang dikirim korban. Sedangkan dana pengembalian yang dijanjikan tidak pernah benar-benar ada.
Ciri-Ciri Penipuan yang Mengatasnamakan Bea Cukai

Februari 2026, penipuan “pemancingan saldo” mengatasnamakan Bea Cukai marak lewat pesan digital palsu yang meminta transfer dana. Masyarakat diimbau waspada dan verifikasi informasi resmi.-pleineviemag-pinterest
Menurut pihak Bea Cukai, ada beberapa ciri umum modus penipuan semacam itu yang perlu diwaspadai masyarakat:
- Permintaan pembayaran atau jaminan melalui rekening pribadi atau non-resmi.
- Dokumen atau bukti transfer yang tampak resmi namun palsu.
- Alasan yang dibuat-buat. Seperti barang bermasalah atau status administratif agar korban merasa perlu segera menyelesaikan permintaan tersebut.
- Penipu sering membuat cerita yang terdengar logis. Sehingga korban yang kurang waspada bisa terjebak.
BACA JUGA:Waspada GhostPairing, Modus Penipuan WhatsApp Baru yang Diam-Diam Mengambil Alih Akun
BACA JUGA:Belasan Warga Surabaya Laporkan Penipuan Investasi Bodong Kerugian Capai Belasan Miliar
DJBC menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta pembayaran secara personal melalui rekening pribadi. Apalagi menggunakan istilah pemancingan saldo.
Semua kewajiban kepabeanan dan biaya terkait proses pengeluaran barang harus dilakukan melalui mekanisme resmi dan transparan. Sesuai prosedur DJBC.
Tip Mencegah Penipuan Modus Bea Cukai
Untuk menghindari penipuan berkedok Bea Cukai, masyarakat disarankan:
- Selalu cek keaslian informasi melalui kanal resmi Bea Cukai. Seperti situs resmi beacukai.go.id, pusat layanan Bravo Bea Cukai 1500225, atau akun media sosial resmi DJBC.
- Jangan mengirim uang ke rekening pribadi atas alasan apa pun yang diklaim berkaitan dengan Bea Cukai.
- Waspada terhadap bukti transfer atau dokumen yang terlihat meyakinkan. Karena pelaku sering memalsukan dokumen tersebut untuk menipu korban.
- Stop, cek, dan lapor sebelum mengambil tindakan sesuai dengan nasihat dari Bea Cukai untuk keamanan transaksi.
BACA JUGA:Marak Penipuan BPJS Ketenagakerjaan Bermodus Tautan dan Aplikasi Palsu, Simak Cara Menghindarinya!
BACA JUGA:Awas Penipuan! Ini 5 Trik Mengembalikan Saldo DANA yang Hilang
Modus penipuan pemancingan saldo yang mengatasnamakan Bea Cukai menunjukkan bahwa pelaku kejahatan semakin memanfaatkan perkembangan teknologi. Juga psikologi korban untuk mendapatkan keuntungan.
Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati. Jangan mudah percaya terhadap klaim yang terdengar meyakinkan tanpa verifikasi. Pastikan semua pembayaran atau administrasi dilakukan melalui saluran resmi. (*)
*)Mahasiswa magang dari Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber