Lestarikan Budaya Serumpun, Mahasiswa BBK Internasional UNAIR Pelajari Musik Tradisional Malaysia
Dua mahasiswi Unair peserta BBK International 7 mempraktikkan cara memukul rebana ubi.-BBK International Group-
Ia membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar. Diawali dari cara memegang alat pemukul. Hingga teknik memukul yang benar agar menghasilkan bunyi yang optimal.
Dalam sesi tersebut, Yaacob juga menjelaskan sejarah rebana ubi dan kertuk. Alat musik tersebut telah berkembang sejak abad ke-19. Keduanya memiliki material khas.
“Kertuk dibuat dari tempurung kelapa yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Sementara rebana ubi menggunakan kulit lembu atau kerbau,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa alat musik tradisional itu umumnya digunakan dalam kegiatan keagamaan, upacara adat, serta perlombaan antardaerah dan universitas di Malaysia.
BACA JUGA:Berdayakan Aset BUMdes, Mahasiswa BBK 7 Unair Tingkatkan Visibilitas Rooftop Kopi Senja Mojokerto
BACA JUGA:Mahasiswa BBK 7 Unair Tanamkan Orientasi Masa Depan Sejak Dini di SDN Truni, Lamongan
Kegiatan cultural exchange itu meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa. Salah satunya dirasakan oleh Abizar Rasyidin Sasmita, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.
“Di Indonesia, saya melihat bedug di masjid yang mirip dengan rebana ubi. Di sini, saya bisa langsung mencoba dua alat musik itu. Dan yang lebih seru, kami praktik diiringi lantunan selawat,” ungkap Abizar.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung dalam mengenal musik tradisional Malaysia. Sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya.
Program itu dinilai sejalan dengan semangat SDGs 4. Karena menghadirkan pembelajaran kontekstual yang mendorong keterbukaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya. Termasuk antarnegara serumpun. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: