Dilema Ducati di MotoGP: Amankan David Alonso atau Kehilangan Aset Masa Depan
David Alonso, saat menangi podium ketiga di BritishGP pada Mei 2025--Twitter Aspar Team @AsparTeam
HARIAN DISWAY - Masa depan Ducati di MotoGP mulai memasuki fase krusial. Di tengah hampir rampungnya perpanjangan kontrak Marc Marquez, pabrikan asal Bologna justru dihadapkan pada dilema besar: mengamankan talenta generasi berikutnya atau kehilangan target emas di bursa balap.
Detail-detail kecil dalam kontrak baru Marc Marquez kini tinggal menunggu pembahasan ulang. Bahkan, sebelum lampu start seri pembuka MotoGP menyala, Marquez diperkirakan sudah menandatangani perpanjangan kontraknya.
Namun, Ducati masih menghadapi satu kendala besar terkait proyek masa depan mereka di MotoGP. Dengan potensi kepergian Francesco Bagnaia yang semakin menguat, pabrikan asal Bologna itu perlu segera mengamankan satu pembalap yang diproyeksikan sebagai aset jangka panjang.
Nama David Alonso Gomez (CFMoto Aspar Team) dari kelas Moto2, muncul sebagai target utama Ducati. Pabrikan Italia tersebut sangat menginginkan kombinasi Pedro Acosta, Fermin Aldeguer, dan David Alonso (tiga talenta paling menjanjikan di dunia balap motor saat ini) dalam satu ekosistem tim mereka, demi menjaga dominasi untuk generasi berikutnya.
Namun, rumor yang menggemparkan paddock datang dari Jack Appleyard, komentator MotoGP, yang memprediksi Fabio Quartararo akan bertandem dengan David Alonso di tim pabrikan HRC pada musim depan.
Menurut laporan MOWMag.com, negosiasi antara Alonso dan Ducati tidak berjalan mulus. Pembalap Kolombia berusia 19 tahun itu, yang menyadari betul tingginya minat terhadap dirinya, disebut meminta gaji setara dengan pembalap papan atas.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Downforce: Strategi Halus Ducati Menentukan Arah GP26
BACA JUGA:Ducati Buka Kartu di Sepang: Desmosedici GP26 Tampilkan Winglet Paling Radikal
Sementara itu, Ducati diketahui tengah berusaha mempertahankan struktur gaji pembalap mereka. Pabrikan tersebut dikabarkan hanya bersedia membayar sekitar sepersepuluh dari angka yang diminta Alonso.
Jika Alonso tidak menaikkan tuntutan gajinya secara signifikan, bukan tidak mungkin ia akan memilih bergabung dengan salah satu pabrikan Jepang yang memiliki kekuatan finansial lebih besar.
Honda diketahui telah lama memantau Alonso, sementara Yamaha berpotensi mempromosikan pembalap binaan mereka dari program Yamaha BLU CRU yang saat ini dikelola Pramac Racing di kelas Moto2, dengan Izan Guevara sebagai kandidat kuat untuk naik kelas musim depan.

David Alonso (80), saat menjalani sesi FP2 di AragonGP pada Juni 2025--Twitter Aspar Team @AsparTeam
Opsi bergabung dengan tim satelit juga bisa menjadi solusi. Setelah dipastikan gagal mendapatkan Pedro Acosta, Valentino Rossi kabarnya mengincar Alonso atau Aldeguer untuk musim 2027.
Dengan Alex Marquez yang belakangan dikaitkan dengan KTM, kemungkinan Alonso masuk ke salah satu tim satelit Ducati pun terbuka lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: