Kisah Dokter Rosa, Pengemudi Grab yang Tolong Persalinan Penumpangnya (2-habis): Nge-Grab Jadi Ruang Refleksi

Kisah Dokter Rosa, Pengemudi Grab yang Tolong Persalinan Penumpangnya (2-habis): Nge-Grab Jadi Ruang Refleksi

DOKTER PPDS Uniersitas Airlangga, ROsa, memutuskan menjadi pengemudi taksi online sejak Oktober 2025.-Narasumber untuk Harian Disway-

Bagi Rosa, mengemudi adalah meditasi bergerak. Setiap penumpang adalah guru kecil. “Kadang ada penumpang yang ngeselin, ada juga yang enak diajak ngobrol. Ya, semuanya bisa buat pelajaran, lah,” tandasnyi. 

Soal aksinya yang berhasil membantu Sirka melahirkan, ternyata memang didapatnya ketika di bangku perkuliahan dulu. Nama ilmunya: Asuhan Persalinan Normal (APN). Bahkan ada ujiannya. Jadi dokter umum harus bisa di bagian obgyn juga. Artinya, dokter umum pun harus tahu soal ilmu dasar persalinan. Sehingga, persalinan normal di daerah pelosok ada yang menangani. 

Sehari setelah kejadian bersalin di mobil itu, kisah Rosa viral. Kementerian Kesehatan memanggilnya ke Rumah Sakit Vertikal Surabaya. Komisi IX DPR RI mendengar kabar melalui kakak angkat Rosa sejak SMA.


DOKTER ROSA ketika menyelesaikan penelitiannya di Ruang Representatif RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin, 2 Februari 2026.-Narasumber untuk Harian Disway-

Sempat ada wacana soal beasiswa tambahan, namun Rosa tak terlalu berharap akan hal tersebut. "Aku punya mobil. Anak-anakku sekolah di sekolah yang lumayan mahal. Jadi, menurutku enggak pas buat dapat beasiswa lagi,” tegas dokter berusia 39 tahun itu. 

Bagi Rosa, sorotan mestinya bukan pada latar belakang pribadinya. Dia lebih ingin dikenal karena aksinya. Dia bahkan menolak mengumbar detail kesulitan keluarga ke media. Yang harus disorot adalah peristiwa yang bisa menginspirasi banyak orang. 

Di balik senyumnya, tersimpan keteguhan perempuan yang mengasuh dua anak. Anaknya yang pertama wanita berusia 14 tahun dan yang bungsu putra berusia delapan. Dia hidup sendiri di Surabaya bersama dua anaknya. Sementara suaminya bekerja di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. 

Anak-anaknya bahkan bangga ketika sang ibu menjadi pengemudi taksi online. "Mama narik hari ini?" tanya mereka setiap malam saat Rosa berangkat.

Kini, penelitiannya hampir rampung. Dosen-dosennya di Unair, baik Kepala Program Studi, dosen wali, koordinator jaga, memberinya kemudahan akademis. Demi kelulusan agar tak tertunda lagi. Mereka paham perjuangan Rosa. Dia merasa tak malu dengan profesi gandanya. Bisa membantu orang sekaligus menghasilkan rupiah. 

Malam itu, Rosa menutup percakapan lalu melirik jam. Setelah berbincang, dia langsung memanggil anaknya kemudian narik. Seperti biasa. Tapi, ia harus mengantar anaknya pulang dulu. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: