Cisuak Jelang Imlek di Kelenteng Boen Bio, Panjatkan Harapan Sepanjang Tahun

Cisuak Jelang Imlek di Kelenteng Boen Bio, Panjatkan Harapan Sepanjang Tahun

Rohaniwan Konghucu Xs. Liem Tiong Yang dibantu Olivia Yunita mempersiapkan prosesi ibadah cisuak di Kelenteng Boen Bio Surabaya, 10 Februari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Setelah usai, Liem dan dua rohaniwan pengiringnya kembali ke altar. Mereka mengambil nampan berisi tumpukan kertas berbentuk perahu. Dengan menghormat pada altar, ia mulai membakar ujung kertas itu dengan api lilin. 


Prosesi pembakaran kertas thi kong kim dalam upacara cisuak di Kelenteng Boen Bio Surabaya, 10 Februari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

BACA JUGA:Fengshui Shio Tikus di Tahun 2026, Waspada Ciong Besar

BACA JUGA:Fengshui Shio Kuda di Tahun Kuda Api 2026, Jaga Kesehatan dan Waspada Soal Asmara

Kertas yang terbakar secara perlahan dibawanya ke halaman kelenteng. Lalu dimasukkan ke dalam wadah pembakaran.

Kepulan asapnya dipercaya akan mengantar harapan-harapan para peserta cisuak. Menuju langit. Sehingga didengar oleh Para Suci.

“Karena kami percaya bahwa pada tanggal 24 bulan 12 penanggalan Tiongkok, semua roh suci akan naik ke Nirwana. Sebelum mereka naik, upacara ini sebagai sarana menitipkan pesan kami kepada Thian atau Tuhan,” ujar Xs. Liem. 

Dengan upacara itu, Yang Mahaesa akan memberi berkat dan menjauhkan mereka dari marabahaya sepanjang tahun.

BACA JUGA:Prediksi Shio Macan di Tahun Kuda Api 2026, Hoki Besar tapi Harus Jaga Kesehatan!

BACA JUGA:Prediksi Fengshui 2026, Shio Anjing Bakal Hoki!

"Itulah esensi upacara cisuak. Sebagai upaya untuk menangkal pengaruh buruk sepanjang tahun 2577 Kongzili atau 2026 ini. Pemilik shio yang ciong pun tidak boleh putus asa. Karena sudah disiasati dengan upacara ini," pungkas rohaniwan 62 tahun itu.

Cisuak tersebut tidak hanya diselenggarakan di Boen Bio saja. Masih ada upacara lainnya. Yakni cisuak larung.

Digelar di Pantai Kenjeran, Surabaya, pada 12 Februari mendatang. Dalam upacara itu, Xs. Liem dan para umat akan naik perahu. 

Mereka menuju ke bagian tengah Selat Madura. Kertas-kertas berbentuk penyu akan dihanyutkan di titik arus paling besar di selat tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway