CommTECH Camp Insight 2026, SMP YPPI 1 Paparkan Pemanfaatan Daun Gedi di Depan Mahasiswa Asing 10 Negara

CommTECH Camp Insight 2026, SMP YPPI 1 Paparkan Pemanfaatan Daun Gedi di Depan Mahasiswa Asing 10 Negara

Keasikan para peserta asing dalam kegiatan CommTECH Camp Insight 2026, di halaman SMP YPPI 1, Kamis, 12 Februari 2026. -Rossa Handini-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Sekolah SMP YPPI 1 Surabaya menggelar CommTECH Camp Insight 2026. Ajang itu diikuti oleh 46 mahasiswa dan dosen asing dari 29 universitas internasional dari 10 negara.

Berlangsung pada 12 Februari 2026, CommTECH Camp Insight memiliki tujuan khusus. Yakni untuk mengenalkan budaya Indonesia pada para partisipan luar negeri.

Bentuknya melalui seni dan kepedulian lingkungan. Praktiknya, melibatkan siswa SMP untuk memproduksi daun gedi menjadi barang yang bermanfaat. Serta dapat digunakan kembali. 

“Untuk mewujudkan kegiatan tersebut, kami bekerja sama dengan ITS,” ungkap Pujiati, Kepala Divisi Operasional YPPI.

BACA JUGA:Semarak 77 Tahun YPPI, Hadirkan Pentas Seni dan Orkestra Para Siswa

BACA JUGA:Indeks Daur Ulang Plastik Diluncurkan SWI dan IPR, Dorong Kebijakan Lingkungan Berbasis Data

Anda sudah tahu, daun Gedi merupakan daun berbentuk lima jari. Mirip dengan daun pepaya. Daun itu memiliki banyak manfaat. Utamanya untuk mengatasi peradangan. 

Para siswa mengolah buah itu menjadi batik. Kemudian limbahnya dikelola menjadi karya bernilai. Itulah cara mereka untuk merawat alam melalui kreativitas. 

“Kami ingin mengenalkan sekolah YPPI kepada banyak orang dengan ciri khasnya sendiri. Yaitu core ecological awareness,” kata Titris Hariyanti Utami.

"Itu merupakan upaya untuk menghasilkan kreasi karya yang berdaya guna. Diolah dari hal-hal yang sederhana. Seperti limbah batik gedi tersebut," tambahnya.

BACA JUGA:Wisma Jerman Buka Pameran ESCape, Limbah Plastik Disulap Jadi Karya 3 Dimensi

BACA JUGA:Tiga Mahasiswa DKV Undika Sulap Limbah Kopi Jadi Bio Leather


Beberapa partisipan asing sedang mencoba nasi bakar daun gedi di halaman sekolah SMP YPPI 1, Kamis, 12 Februari 2026.-Rossa Handini-Harian Disway

Melalui kegiatan itu, semua mahasiswa dan dosen asing diajak melihat langsung proses transformasi limbah. Sisa limbah batik gedi yang biasa dibuang, diolah menjadi lilin aromaterapi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: