Sayang, Prabowo Tidak Datang

Sayang, Prabowo Tidak Datang

ILUSTRASI Sayang, Prabowo Tidak Datang.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ia sering berbicara mengenai strategisnya isu kedaulatan digital bagi kedaulatan bangsa. Sayang, Ridho Rahmadi hanya pemimpin partai gurem yang tidak lolos ke Senayan.

Prabowo punya obsesi untuk menjadi pemimpin global south dalam menghadapi dominasi Barat. Salah satu isu strategis yang bisa dimainkan Prabowo adalah kedaulatan digital negara-negara Selatan dalam menghadapi dominasi platform digital Barat.

Kalau para pembisik bisa menyampaikan kepada Prabowo bahwa saat ini dunia ketiga sedang menghadapi imperialisme dan kolonialisme digital. Dunia ketiga sedang membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan kekuatan dunia ketiga untuk menghadapi penjajahan  digital Barat. 

Dan, Prabowo-lah yang digadang-gadang untuk menjadi pemimpin yang bisa membebaskan dunia ketiga dari penjajahan digital.

Prabowo bisa mengikuti jejak Soekarno yang menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 1955. Mungkin kalau hal itu dibisikkan kepada Prabowo, ia dapat berubah sikap dan mau datang ke HPN tahun depan. (*)

*) Dhimam Abror Djuraid adalah ketua Dewan Pakar PWI Pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: